Translate

Suka Ikutan Trend Viral? Kenali Gejala Fomo dan efek Negatifnya

Nirwana Tunggal - "Fomo (fear of missing out) merupakan sebuah kondisi dimana seseorang takut dan khawatir ketinggalan sesuatu yang sedang trending. Jika dibiarkan berlama-lama, Fomo dapat berdampak negatif bagi kesehatan mental."


Sumber: Istock
 
Berkembangnya teknologi dan media sosial memainkan peran yang penting dalam kehidupan bersosialisasi. Dengan teknologi dan media sosial tersebut membentuk cara bagaimana kita berintekaksi dengan dunia.

Trend di seluruh dunia terus berkembang dari waktu ke waktu bahkan dalam waktu yang singkat. Disaat yang sama mengikuti trend telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan modern. Dengan mengikuti trend, ada banyak manfaat yang di dapatkan seperti tidak ketinggalan informasi, mengejar ketertinggalan atau bahkan mencoba hal-hal baru. 

Namun dibalik antusiasme untuk terus mengikuti hal-hal baru dan takut ketinggalan dari yang lain, ternyata fenomena ini memiliki dampak negatif yang disebut dengan Fomo atau fear of missing out. Fomo berdampak negatif baik pada psikis dan juga psikologis.

Apa itu Fomo?

Fomo atau fear of missing out merujuk pada sebuah kondisi psikologis dimana seseorang akan merasa khawatir dan takut kehilangan momen yang sedang terjadi di sekitarnya, baik momen itu penting atau tidak sama sekali.

Fomo menggambarkkan ketidaknyamanan yang timbul perasaan individu bahwa orang lain memiliki pengalaman yang lebih berharga darinya. Hal ini membuat individu yang mengalami fomo merasa tertekan untuk ikut serta dalam momen yang mungkin mereka lewatkan.

Pada dasarnya, fomo terbentuk seiring perkembangan sosial media dan teknologi. Peningkatan akses platform online membuat seseorang dengan mudah untuk memantau kehidupan orang lain. Akhirnya timbul rasa penasaran untuk menikmati pengalaman yang sama terutama ada banyak orang yang melakukan hal tersebut.

"Orang yang sudah terlanjur fomo merasa perlu untuk terlibat dengan trend yang ada agar tidak ketinggalan dari kehidupan sosial yang dianggap ideal".

Fomo bukan hanya terbatas pada aktivitas sosial saja, namun juga merambah ke aspek-aspek lain seperti pekerjaan, trend mode bahkan teknologi sekalipun.

Fomo awalnya bermula dari melihat gambar-gambar indah di sosial media, kemudian merasa tertinggal atau merasa cemas pada saat individu tidak terlibat dalam kegiatan tersebut.

Mengikuti trend bukanlah sesuatu yang salah, apalagi trend tersebut belum tentu dapat terulang untuk kedua kalinya di masa mendatang. Beberapa orang mengikui trend hanya sekadar untuk mendokumentasikan momen bahwa mereka pernah mengalami hal tersebut.

Namun ketakutan akan ketertinggalan terhadap orang lain yang dibiarkan terlalu lama ternyata bisa berdampak buruk terhadap kesehatan. Adapun dampak negatif takut ketinggalan dari orang lain atau fomo yaitu sebagai berikut:

Dampak Negatif Fomo

Cemas dan Stress

Dampak Fomo yang pertama yaitu menyebabkan individu merasakan kecemasan dan stres. Hal ini diakibatkan oleh perasaaan khawatir karena tidak mampu merasakan pengalaman yang sedang dirasakan oleh orang lain.

Individu yang mengalami fomo seringkali merasa dengan mengikuti trend sama dengan mengikuti kehidupan sosial yang ideal. Karena merasa tidak mampu untuk mengikuti kehidupan sosial yang ideal, individu tersebut pun akhirnya merasa cemburu, cemas dan stress.

Kecemasan dan stress ini berbuntut panjang sampai dapat menyebabkan gangguan tidur, kecemasan yang berlebihan bahkan dapat menyebabkan depresi.

Tidak Merasa Puas

Individu yang mengalami fomo seringkali merasa tidak puas dengan hidupnya. Mereka berpendapat kehidupan orang lain jauh lebih menarik dan lebih baik dibandingkan dengan kehidupan mereka sendiri.

Individu yang merasa tidak puas dengan apa yang ia miliki saat ini dapat mempengaruhi rasa kepercayaan diri mereka. Karena merasa tidak percaya diri, kondisi ini juga dapat mempengaruhi harga diri mereka.

Individu yang merasa tidak puas dengan hidupnya dapat berpengaruh pada kualitas hidupnya dan menyebabkan perasaan ketidakbahagiaan.

Mengisolasi Diri dari Kehidupan Sosial

Individu yang mengalami Fomo seringkali merasa insecure karena tidak mampu mengikuti kehidupan sosial yang sedang trend dan dianggap ideal. Rasa insecure ini pun akhirnya membuat individu merasa minder dan malu untuk terjun langsung ke dalam kehidupan sosial.
 
Untuk menghindari rasa insecure tersebut, individu memilih untuk mengisolasi diri dari kehidupan sosial. Jika dibiarkan terlalu lama, individu mungkin akan kehilangan kemampuan untuk bersosialisasi secara langsung dan hanya fokus pada dunia virtual.

Menjadi Pribadi yang Konsumtif

Fomo menciptakan dorongan kuat untuk terus mengikuti trend dan memperolah barang barang terbaru agar tidak ketinggalan dari apa yang dianggap sebagai kehidupan yang ideal oleh orang lain.

Hasrat untuk memenuhi ekspektasi sosial dan menghindari rasa kehilangan dapat memicu perilaku konsumtif yang tidak terkendali.

Perilaku konsumtif disini bukan hanya mencakup barang-barang material, namun juga mencakup gaya hidup dan keingingan untuk terus-menerus mencari pengalaman baru. Dalam jangka panjang, perilaku konsumtif dapat berakibat buruk pada finansial, keseimbangan hidup dan juga kesehatan mental.

Tips Mengatasi Fomo

Fomo dapat dianggap sebagai gejala sosial karena dapat membuat perubahan dalam dinamika interaksi sosial yang dipengaruhi oleh perkembangan media sosial dan teknologi. Fomo dapat menciptakan tekanan psikologis yang dapat mempengaruhi bagaimana individu memandang dirinya sendiri.

Meskipun terlihat sepele, Fomo yang dibiarkan dapat menyebabkan beberapa dampak negatif. Sebelum terlanjur menjadi seorang individu yang fomo, ada baiknya dicegah atau diatasi dengan cara berikut ini.

Membuat Prioritas dan Tujuan Pribadi

Hal pertama yang harus dilakukan agar tidak menjadi pribadi yang fomo yaitu menetapkan tujuan dan prioritas. Setiap individu harus sadar bahwa tidak semua trend di sosial media harus diikuti, jika memang ingin mengikuti sebuah trend harus bisa memastikan apakah trend tersebut merupakan sebuah prioritas dan memiliki dampak positif.

Jika trend yang diikuti sama sekali tidak memiliki dampak positif ada baiknya tidak perlu untuk diikuti.

Tidak Takut Ketinggalan

Tidak takut ketinggalan merupakan tips efektif untuk mengatasi fomo. Dengan mengadaptasi kebiasaan ini, individu dapat membangun keseimbangan yang lebih sehat. Tidak takut ketinggalan dibanding yang lain dapat dimulai dari memahami tidak semua informasi penting serta tidak semua trend harus diikuti.

Penutup

Itulah penjelasan tentang fomo, efek negatif fomo serta bagaimana cara mengatasinya. Fomo merupakan sebuah fenomena sosial dimana seorang individu takut ketinggalan dengan orang lain. Fomo yang dibiarkan terlalu lama dapat berakibat buruk seperti tidak percaya diri, menjadi pribadi yang konsumtif sampai dengan mengalami masalah kesehatan mental.

Posting Komentar