Translate

Kenapa Aku Menulis




Nirwana Tunggal - Menulis bagiku adalah cara hebat untuk mendokumentasi cerita dan pengalaman. Menulis bagiku adalah kegiatan yang menenangkan, bisa berbagi cerita pengalaman maupun ide yang terbalut dengan makna keindahan. Menulis bagiku sesuatu yang sangat berharga, merasa asyiknya menulis tidak bisa digantikan dengan berupa penghargaan apapun.

Yang pasti kenapa aku menulis "Aku tak ingin kenangan itu seperti terhempas angin hilang begitu saja"

Kenapa aku menulis? menulis bagiku seperti aktivitas perjalanan yang menyenangkan, berekreasi membawa banyak keunikan. Menulis bagiku adalah ruang tak terbatas untuk berpetualang didalam dunia imajinasi dan khayal yang akan membawa begitu banyak kenangan, keindahan, bermakna disepanjang jalan menuntun kreativitas untuk masa depan. Aku menulis bukanlah aku seorang penulis bukan pula karena aku bisa menulis. Bagiku aktivitas tersebut membuatku ingin sekali menuangkan ide, bahkan pengalaman ceritaku sendiri dan seolah tak meminta harapan lebih untuk orang lain membacanya.

Melalui sebuah tulisan ada sedikit harapan bahwa tulisanku akan menjadi aset yang berharga mahal suatu saat nanti, walaupun aku tidak tahu tulisanku itu akan menjadi aset berharga atau malah hanya menjadi kenangan yang indah saja. Namun setidaknya pasti ada sebuah keberkahan suatu saat dimana tak pernah aku pikirkan sama sekali. Kita hidup bukan melulu soal uang tapi menjadikan diri semakin berkualitas adalah hal mutlak yang harus dilakukan untukku.

Berbagi cerita dan pengalaman dengan diceritakan kepada orang secara langsung bagiku itu hal yang biasa namun berbagi cerita pengalaman lewat sebuah tulisan, aku berharap memberi sentuhan yang berbeda, memiliki warna, makna, dan gambaran, tiap kali ada seseorang yang membaca. Menyentuh sisi jiwa dan pikiran lewat tulisan ceritaku, gagasanku, maupun ide dan pengalamanku selama ini.

Mengapa aku menulis? Menulis bagiku membuktikan adanya kekuatan cerita dan dunia angan-angan special. Aku menulis juga sebagai bagian dalam mengabadikan suatu moment yang sayang jika dibuang begitu saja, terasa hambar bagiku jika suatu moment tertentu seperti terhempas angin dan hilang begitu saja. Cerita kenangan jika hanya diselipkan pada hati dan selalu tersembunyi dibalik keadaan dan hanya akan menjadi suatu yang bisa saja dianggap sebagai beban hidup.

Bercerita tentang menulis sebenarnya bukan persoalan yang unik apalagi suatu pembahasan yang menarik. Menulis bukan hal yang baru dari jaman dulu sampai sekarang masih ada saja yang membahas tentang menulis. Tapi fakta yang telah membuktikan menulis ibarat kegiatan yang masih banyak orang tidak menyukainya, aku tidak tahu pasti penyebabnya, namun ada banyak alasan konyol dan terasa ganjil bagiku. Walaupun itu bukan hal yang bodoh, tapi alasan konyol tersebut menjadi ukuran paradigma kualitas seorang penulis untuk setiap waktu.

Hal tersebut benar-benar membuktikan bahwa kekuatan bercerita dan imajinasi selalu terkucilkan pada waktu-waktu tertentu. Aku menulis bukan untuk menjadi pintar, tapi membuktikan adanya kekuatan bercerita, angan-angan khayalan, dan imajinasi untuk mengabadikan nuansa ringan, ya walaupun semua itu tak terbilang gampang.

Menguraikan persoalan dalam nuansa ringan dan dibalut dengan makna membutuhkan pikiran dan hati terbuka untuk memahaminya, aku selalu belajar menulis bagaikan meluapkan emosi tanpa harus berekspresi muka dengan mengernyitkan dahi. Walau kadang aku menertawakan kebodohanku sendiri tanpa harus kelihatan bodoh maupun terasa terhina.

Dalam aku menulis tentunya bukan bermakna kebaikan hanya untuk diriku sendiri, tapi justru semua itu berkeinginan kebaikan tersebut menjadi prioritas utama bagi pembaca disana. Saling manfaat untukku dan juga banyak orang. Aku memang tak tahu penilaian mereka tentang tulisan-tulisanku dan bagaimana pembaca bereaksi terhadap tulisan-tulisanku.

Namun aku berkenyakinan dan berusaha seperti menuliskan sekaligus merasakan apa yang seperti diharapkan oleh mereka. Menyentuh sisi dan jiwa-jiwa mereka yang kadang nyaris terlupakan bagi mereka, merakit kembali harapan yang sudah lama pudar maupun tertutup, berlindung didalam beban hidup.

Kembali kenapa aku menulis? Aku hanya akan menjawab lebih sederhana saja. Menulis bagiku menceritakan sesuatu kepada orang yang jauh dimata dan tak tahu mereka dimana. Pokoknya aku harus menulis, sebagai ungkapan yang kadang terselip dari berbagai keadaanku, suka maupun duka, tertawa dengan tangis bahagia maupun menangis dengan penuh luka.

Mungkin menceritakan sesuatu secara langsung atau diucapkan secara verbal, bagiku terasa begitu ringan dan hambar. Hal itu malah kadang hanya membuatku semakin terbawa dalam situasi dan kondisi dimana membuatku semakin menyedihkan. Tapi mungkin tidak bagi orang diluar sana, mereka mungkin memilih untuk menceritakan sesuatu secara langsung lewat omongan. Hal itu wajar sebab setiap orang memiliki cara tersendiri untuk melengkapi dan mengungkapkan sesuatu keadaan.

Mungkin bagi mereka yang lebih memilih menceritakan sesuatu secara verbal adalah mungkin saja menganggap orang yang suka menulis terkesan banyak omong, puitis, dan pintar bercerita. Tapi menurutku tidak semua orang yang suka menulis dianggap orang-orang yang banyak omong, puitis, dan pintar bercerita.

Sejatinya orang yang suka menulis lebih memilih mencurahkan perasaannya melalui tulisan, seperti hal umum yang telah diketahui oleh banyak orang, ada orang-orang yang kadang merasa dirinya tidak sanggup menceritakan sesuatu secara langsung, mereka memilih membuat ungkapan tersebut dengan sesuatu yang berbeda, membuat sebuah ungkapan yang timbul dengan aliran tinta hitam maupun warna. 

Orang suka menulis juga selalu berkaitan dengan penggunaan bahasa yang indah, merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat yang dapat mengeruk jiwa dan perasaan bagi banyak orang. Hal itulah yang terkesan bahwa orang yang suka menulis adalah sosok yang begitu "Puitis".

Melihat karya tulisan seseorang sebenarnya suatu cerminan bagi setiap penulisnya. Bahasa maupun teknik penyampaiannya akan terlihat bagaimana isi dalam ia berpikir, bahkan kadang ada orang yang bisa menilai secara langsung sifat dan karakter si pencipta sebuah tulisan. Sebab setelah suka dengan menulis mereka akan menuangkan pemikiran yang nyaris mirip apa yang diharapkan oleh si penulis sesuai tujuan pikiran mereka sendiri, yaitu membuat sebuah tulisan yang kiranya dapat mewakili apa yang dipikirkan maupun apa yang dirasakan oleh penulis.

Di era yang sudah berkemajuan sekarang ini, kegiatan menulis ide dan pengalaman cerita akan semakin menurun dan berkurang dengan adanya alat yang lebih baik untuk mendokumentasikan ide dan cerita lewat tulisan.

Mereka memilih dengan rekaman Podcast ataupun Youtobe untuk berbagi cerita dan pengalaman yang menarik. Tapi seharusnya sadar kembali kedalam realitas dan pernak-pernik, warna-warni kehidupan ini. Tidak semua orang dapat mendokumentasikan hal-hal tersebut dengan berekspresi didepan kamera, dan juga dibutuhkan sedikitnya ilmu komunikasi (pandai berbicara). Menulis merupakan suatu seni dalam penulisan dengan imajinasi menciptakan tulisan menjadi sesuatu yang indah dan menarik tentunya ketika dibaca.

Aku bukanlah seorang jurnalistik yang pandai dalam hal tulis-menulis, apalagi menulis disuatu majalah dan situs portal terkenal. Tapi perlu diingatkan bahwa menulis bagiku tidak harus dipublikasikan disuatu majalah maupun dimedia tertentu untuk mencapai kepopuleran. Tapi seandainya bisa mencapai titik itu ya memang terselip sebuah harapan.

Untuk itu seberapa besar kesibukanmu, berusahalah meluangkan sedikit waktu untuk membaca buku, atau media tertentu yang informatif dan juga suatu yang mengedukasi diri. Suatu saat yang akan datang besar kemungkinannya sesuatu yang berhubungan dengan pernah-pernik kebutuhan setiap orang akan digantikan dengan dunia internet, yang didalamnya berisi begitu banyak manfaat dan informasi. Hidup di era milenial seperti sekarang ini sangat membutuhkan yang namanya informasi secara up to date.
Bagi siapa saja yang sudah menemukan jatidiri didunia milenial dan jauh dari yang namanya menulis dan sukses dengan itu, maka itu hal yang baik, tidak ada yang salah jika semuanya telah menjadi jalan takdirNya. Tapi minimal seringlah menengok hasil tulisan dari para penulis, dengan itu harga istimewa bagi seorang penulis akan menjadi lebih baik terikat bagaikan bunga anggrek dan pohon mangga.

Baca juga :

Posting Komentar