Translate

Penyebab Bingung Ketika akan Menulis Artikel


Penyebab bingung menulis artikel

Nirwana Tunggal - Aktivitas menulis biasanya akan mengalami kesulitan dalam membuat artikel apalagi bagi penulis pemula. Ini sering terjadi disebabkan minimnya informasi yang dia dapatkan dari suatu pengalaman. Lalu bagaimana bisa menulis sedang kita dibatasi dengan pengetahuan terhadap sesuatu.

Pengalaman disini adalah pengalaman sesorang dari membaca, baik membaca novel, sejarah, komik, cerita dongeng, Ensiklopedia (ensiklopedi), koran, ataupun membaca artikel di internet.

Apa dengan kita membaca bisa mempengaruhi seseorang dalam hal menulis? Tentu, disamping mereka mendapatkan wawasan ilmu yang baru, hal itu juga akan mempengaruhi otak seseorang dari segi isi (alur cerita), tatanan paragaf, kalimat serta penyambungan kata. Disamping itu juga akan tahu dari hal-hal kecil namun teramat sangat penting seperti penempatan tanda titik, koma, tanda kutip, dan lainnya secara benar.

Pada titik ini jelas betapa pentingnya membaca dan mulailah diri kamu dengan hobi membaca. Beruntunglah seseorang yang memiliki hobi membaca mendapatkan banyak ilmu dan wawasan. Bahkan jika ingin merasakannya, ilmu, pengetahuan & wawasan tersebut hanya bisa didapat dari seringnya kita membaca, hal baru yang masih belum diketahui oleh banyak orang.

Dan perlu diketahui juga bahwa seseorang yang dapat (mengeluarkan) menciptakan sebuah karya tulis entah karya tulis dari jenis formal, non formal, maupun karya tulis populer tidak lain mereka adalah seseorang yang dulunya punya hobi membaca atau hari-harinya selalu dihiasi dengan membaca.

Masalah yang dialami oleh seorang penulis pemula biasanya bingung mengungkapkan sesuatu dari apa yang ia rasakan dan ia pikirkan, untuk membuat kalimat (tulisan) untuk mewakili apa yang ia rasakan dan ia pikirkan saat sedang didepan media tulis, kertas maupun media tulis modern yang ada.

Pernahkah mengalami hal semacam itu?

Nah jika pernah mengalami hal semacam itu, tidak lain disebabkan kurangnya pengalaman sesorang dari membaca. Sebenarnya hal semacam itu bisa kita minimalisir dengan seringnya seseorang dengan membaca. Sebab ada hubungan erat seseorang yang punya hobi membaca dengan keterampilan menulis.

Sedikit saya tambahkan pengalaman pribadi, dulu saya adalah salah-satu redaktur amatir disebuah media portal berita. Dan kalian tahu menulis berita adalah jenis tulisan yang paling ringan dan mudah jika dibandingkan dengan menulis seorang tokoh Inspirasi atau malah membuat artikel opini.

Kenapa menulis berita dikategorikan mudah?
Sebab sebuah konten berita hanya berisi pemberitahuan tentang kejadian atau pristiwa. Dengan gaya/teknik penulisan yang seperti itu-itu saja.
Yang intinya konten sebuah berita di paragaf pertama menjelaskan secara global, yang berisikan dengan sebutan "5W+1H", atau kependekan dari (Apa, Siapa, Dimana, Kapan dan Bagaimana), paragraf utama tersebut juga disebut sebagai teras dalam berita, jelasnya seperti berikut:
  1. What (apa) berkaitan dengan peristiwa yang terjadi.
  2. WHERE (di mana) berkaitan dengan tempat di mana peristiwa terjadi.
  3. WHEN (Kapan) berkaitan dengan waktu peristiwa terjadi.
  4. WHO (Siapa) berkaitan dengan pelaku peristiwa.
  5. WHY (Mengapa) berkaitan dengan latarbelakang terjadinya peristiwa.
  6. HOW (Bagaimana) berkaitan dengan proses terjadinya peristiwa
Dan diikuti paragraf-paragraf berikutnya hanyalah berupa penjelasan-penjelasan tentang kejadian itu. Dan ditambahkan selipan kutipan pernyataan kalimat dari narasumber.

Walaupun menulis berita dikatakan mudah tapi setelah mencobanya ternyata tak semudah apa yang dipikirkan, perlu belajar membuat kalimat dan paragraf yang benar, dibarengi banyak membaca berita dan yang lebih pentingnya adalah praktek membuat konten berita.

Dari penjelasan diatas saya tidak bermaksud mengajarkan kamu cara membuat konten berita, tapi yang harus kalian ambil pointnya adalah betapa pentingnya membaca dan mencermati sedetail-detailnya isi dari sebuah tulisan, apapun bentuk karya tulis yang kalian baca.

Lalu bagaimana orang yang tidak punya hobi membaca? Apakah bisa membuat artikel?

Nah dari pertanyaan itu saya tidak mengatakan bahwa seseorang yang tidak suka membaca tidak bisa menulis artikel. Apalagi menjastifikasi bahwa orang tersebut tidak bisa membuat karya tulis. 
Punya hobi membaca ataupun tidak, pada dasarnya keduanya sebenarnya punya kemampuan yang sama untuk membuat sebuah karya tulis.

Tidak ada yang menjamin orang yang punya hobi membaca akan mudah membuat karya tulis, jika memang tidak ada keinginan kuat menjadi seorang penulis. Begitu juga dengan orang yang tidak hobi membaca, jika tidak ada keniatan serius hasilnya pun sama. Menulis tidak lain harus didasari sebuah kemauan kuat yang akan menjadi faktor utama.

Mungkin perbedaannya hanya terletak pada kemampuan menyusun sebuah kalimat atau paragraf. Namun seseorang yang punya hobi membaca bisa beberapa langkah lebih cepat membuat tulisan disebabkan pengalaman yang ia dapatkan dari membaca, sedang orang yang tidak suka membaca harus belajar lebih untuk membuat sebuah tulisan.

Untuk itu mulailah dari sekarang pergunakan seberapa waktu yang didalamnya dipergunakan dengan sering-sering membaca. Apalagi membaca sekarang sangat dengan mudah dengan adanya media internet, entah didapatkan melalui situs web, facebook, twitter, blog orang lain atau dari surat-surat kabar (koran) yang bisa kamu beli tentunya dengan harga yang sangat murah meriah.

Dari media-media tersebut setiap harinya selalu ada sebuah informasi secara up to date yang bisa kamu baca. Dengan mengikuti informasi yang ada di media online maupum media cetak semacam surat kabar, hal tersebut bisa saya pastikan kemampuan kamu dalam membuat sebuah tulisan akan beberapa langkah lebih baik dan cepat.

Membaca adalah suatu aktivitas yang seharusnya diprioritasnya dari aktivitas kamu yang lain, bisa kamu lakukan aktivitas tersebut sebelum berangkat kerja, dikantor, maupun meluangkan sedikit waktu ditengah-tengah kesibukanmu, jika dimungkinkan. Semua itu adalah proses dimana kamu akan mendapatkan sesuatu yang baru untuk hal lain dan terbaru untuk kamu sendiri, untuk menuai keberhasilan.

Apalagi hubungan seseorang dalam membaca akan sangat mempengaruhi dalam hal membuat tulisan, kamu pasti ingat ketika gurumu disekolah selalu mengatakan bahwa "Membaca buku adalah jendela dunia", yah memang benar apa yang gurumu sampaikan itu, tidak ada yang salah, bahkan itu sebuah nilai mutlak ataupun jelas sejelas-jelasnya pada ilmu pengetahuan.

Apalagi kalimat itu sampai sekarang masih saja digembor-gemborkan dengan tujuan mengingatkan supaya sadar betapa pentingnya akan membaca, begitu istimewanya membaca yang bisa diartikan sebuah kebutuhan pokok yang wajib selain dari makan dan minum.
Tanpa membaca kamu seolah tiada titik terang, entah pengalaman dari dunia luar maupun pengalaman sekitar yang belum kamu dapat, padahal itu adalah solusi yang paling pas, efisien, ideal, juga murah meriah untuk dilakukan. Memang untuk mengetahui dunia luar tidak hanya lewat dengan membaca saja, tapi hal tersebut adalah cara paling efektif nan efisien tanpa harus mengeluarkan lembaran warna-warni baik merah dan biru (Uang).

Baca juga : 

Posting Komentar