Translate

9 Dampak Negatif Cyber Bullying

Nirwana Tunggal- Cyber bullying merupakan salah satu bentuk perundangan yang sering terjadi belakangan ini. Cyber bullying dapat terjadi di mana saja dan kapan saja, membuat korban merasa tidak pernah benar-benar aman. 

Berbeda dengan perundungan tradisional yang biasanya terjadi di lingkungan fisik seperti sekolah atau tempat kerja, cyber bullying menyusup ke dalam ruang pribadi seseorang melalui perangkat digital mereka. 

Meskipun berbeda, cyber bullying dan perundungan konvensional sama-sama membawa dampak negatif pada korban. Adapun beberapa dampak cyber bullying yaitu sebagai berikut: 

sumber: unplash

Penurunan Kesehatan Mental

Korban cyber bullying sering mengalami penurunan kesehatan mental yang signifikan. Stres yang terus-menerus akibat perundungan di dunia maya dapat menyebabkan gangguan kecemasan, depresi, dan bahkan gangguan stres pasca-trauma (PTSD). 

Rasa takut yang konstan akan serangan berikutnya atau penghinaan di depan umum dapat membuat korban merasa cemas setiap kali mereka menggunakan perangkat digital. Selain itu, perasaan rendah diri yang diakibatkan oleh cyber bullying dapat memperparah kondisi mental korban. 

Mereka mungkin merasa tidak berharga, kehilangan minat dalam aktivitas yang dulu menyenangkan, dan bahkan memiliki pikiran untuk bunuh diri. Dampak jangka panjang dari penurunan kesehatan mental ini bisa sangat menghancurkan dan memerlukan intervensi profesional untuk pemulihan.

Penurunan Prestasi Akademis

Cyber bullying dapat secara signifikan memengaruhi prestasi akademis korban. Ketika seseorang merasa tertekan dan cemas akibat perundungan, fokus mereka terhadap pelajaran menurun. 

Pikiran yang kacau dan perasaan tidak aman dapat membuat korban sulit berkonsentrasi saat belajar atau bahkan menghadiri kelas. Selain itu, korban mungkin merasa enggan untuk pergi ke sekolah karena takut akan serangan lebih lanjut atau ejekan dari teman sekelas. 

Ketidakhadiran yang sering atau penarikan diri dari aktivitas sekolah dapat menyebabkan penurunan prestasi akademis yang drastis, yang pada akhirnya mempengaruhi masa depan pendidikan dan peluang karir mereka.

Isolasi Sosial

Cyber bullying sering menyebabkan korban merasa terisolasi dari lingkungan sosial mereka. Karena perundungan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, korban mungkin merasa tidak ada tempat yang aman bagi mereka. 

Akibatnya, mereka mungkin menarik diri dari interaksi sosial, baik online maupun offline. Perasaan terisolasi ini dapat memperparah kondisi psikologis korban, membuat mereka merasa kesepian dan tidak memiliki dukungan. 

Isolasi sosial yang berkepanjangan dapat menghambat perkembangan sosial mereka, menyebabkan kesulitan dalam membangun hubungan yang sehat dan berkelanjutan di masa depan.

Gangguan Pola Tidur

Stres dan kecemasan yang diakibatkan oleh cyber bullying sering mengganggu pola tidur korban. Pikiran yang terus-menerus dipenuhi oleh rasa takut dan stres dapat menyebabkan insomnia atau gangguan tidur lainnya. 

Ketidakmampuan untuk mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental korban secara keseluruhan. Gangguan tidur juga dapat memperburuk kondisi kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.

Kurang tidur dapat mengurangi kemampuan korban untuk mengatasi stres, membuat mereka lebih rentan terhadap efek negatif dari cyber bullying. Siklus ini bisa sangat merusak, memperparah dampak perundungan terhadap kesejahteraan korban.

Masalah Kesehatan Fisik

Cyber bullying tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik korban. Stres kronis yang dialami akibat perundungan dapat memicu berbagai masalah kesehatan fisik, termasuk sakit kepala, gangguan pencernaan, dan penyakit kardiovaskular. 

Tubuh yang selalu berada dalam keadaan tegang karena stres dapat melemahkan sistem imun, membuat korban lebih rentan terhadap penyakit. Selain itu, korban mungkin mengalami perubahan pola makan, baik kehilangan nafsu makan atau makan berlebihan sebagai cara untuk mengatasi stres. 

Perubahan ini dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti penurunan berat badan yang drastis atau obesitas, yang pada gilirannya bisa menimbulkan komplikasi kesehatan lebih lanjut.

Penurunan Kepercayaan Diri

Cyber bullying sering kali menargetkan aspek-aspek pribadi korban, seperti penampilan fisik, kemampuan, atau kepribadian mereka. Serangan yang berulang-ulang dan penuh kebencian ini dapat menghancurkan kepercayaan diri korban, membuat mereka merasa tidak berharga dan tidak kompeten. 

Rasa tidak aman yang timbul dari perundungan dapat mempengaruhi cara korban melihat diri mereka sendiri dan berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka. Penurunan kepercayaan diri ini dapat berdampak jangka panjang, menghambat perkembangan pribadi dan profesional korban. 

Mereka mungkin ragu untuk mengejar peluang baru atau berpartisipasi dalam kegiatan sosial, khawatir akan dihakimi atau diolok-olok lagi. Membutuhkan waktu dan dukungan yang signifikan untuk membangun kembali rasa percaya diri yang hancur akibat cyber bullying.

Dampak pada Hubungan Keluarga

Cyber bullying tidak hanya memengaruhi korban, tetapi juga dapat merusak dinamika keluarga. Orang tua dan anggota keluarga lainnya mungkin merasa frustrasi dan tidak berdaya melihat seseorang yang mereka cintai menderita. 

Hal ini dapat menyebabkan ketegangan dan konflik dalam keluarga, terutama jika anggota keluarga tidak tahu cara terbaik untuk membantu. Selain itu, korban mungkin merasa malu atau takut untuk membicarakan masalah mereka dengan keluarga, memperburuk perasaan isolasi dan kesepian. 

Kurangnya komunikasi dan dukungan keluarga dapat memperparah dampak negatif cyber bullying, membuat korban merasa lebih terisolasi dan tidak ada tempat untuk mencari bantuan.

Dampak Jangka Panjang pada Kehidupan Dewasa

Dampak cyber bullying tidak selalu berhenti ketika perundungan berakhir. Banyak korban yang terus merasakan efek negatif dari pengalaman mereka hingga dewasa. Trauma psikologis yang dialami dapat mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan orang lain, menjalani hubungan, dan menghadapi stres di masa depan.

Korban mungkin juga mengalami kesulitan dalam mempertahankan pekerjaan atau mengejar karir karena dampak jangka panjang pada kepercayaan diri dan kesehatan mental mereka. Masalah-masalah ini menunjukkan pentingnya intervensi dini dan dukungan berkelanjutan untuk membantu korban mengatasi dampak cyber bullying dan membangun kembali kehidupan mereka.

Meningkatkan Risiko Perilaku Berbahaya

Korban cyber bullying berisiko lebih tinggi untuk terlibat dalam perilaku berbahaya sebagai cara untuk mengatasi rasa sakit mereka. Beberapa mungkin beralih ke penggunaan alkohol atau obat-obatan terlarang sebagai pelarian dari stres dan kecemasan yang mereka rasakan. 

Perilaku ini dapat menimbulkan risiko kesehatan lebih lanjut dan masalah hukum. Selain itu, ada risiko meningkatnya kecenderungan untuk melakukan tindakan menyakiti diri sendiri atau bahkan percobaan bunuh diri. 

Rasa putus asa dan tidak adanya harapan yang sering kali menyertai pengalaman cyber bullying dapat mendorong korban untuk mencari cara-cara berbahaya dalam mengatasi penderitaan mereka. Penting untuk memberikan dukungan emosional dan psikologis kepada korban untuk mencegah perilaku berbahaya ini.

Penutup

Itulah beberapa dampak cyber bullying yang di alami korban. Dampak buruk dari cyber bullying tidak boleh dianggap remeh. Dari kesehatan mental yang terganggu hingga kesulitan dalam mempercayai orang lain, perundungan di dunia maya memiliki konsekuensi yang serius dan jangka panjang bagi korban. 

Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk lebih peka dan peduli terhadap isu ini. Masyarakat, sekolah, dan keluarga perlu bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua individu, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Posting Komentar