Translate

Asuransi Investasi Atau Dana Darurat, Mana yang Lebih Dibutuhkan

Asuransi Investasi Atau Dana Darurat, Mana yang Lebih Dibutuhkan

Nirwana Tunggal
 - Mengalokasikan sebagian penghasilan untuk asuransi investasi maupun dana darurat memang sama-sama baik untuk safety net finansial. Namun, manakah yang lebih dibutuhkan, asuransi investasi atau dana darurat? Yuk, simak!

Harapannya, setiap keluarga harus mampu memastikan cash flow yang sehat untuk mencapai kondisi finansial yang lebih baik. Setelah itu, wajib hukumnya untuk memiliki dana darurat terlebih dulu, baru asuransi, kemudian investasi. Mengapa?

Pada dasarnya, kepemilikan dana darurat dan asuransi sangat penting untuk meminimalisir risiko yang mungkin saja terjadi. Misalnya, risiko kehilangan penghasilan, sakit, kecelakaan, bahkan tutup usia.

Nah, dengan adanya dana darurat dan asuransi, menjadi fondasi yang memastikan bangunan rumah tetap kokoh. Artinya, kedua safety net finansial tersebut harus Anda pastikan terlebih dulu, sebelum melangkah ke rencana keuangan lebih lanjut seperti investasi.

Pertanyaannya, bagaimana jika penghasilan Anda terbatas? Manakah yang sebaiknya diprioritaskan? Dana darurat, asuransi investasi, atau justru tidak kedua-duanya? Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita pelajari dulu fungsi dari masing-masing safety net financial tersebut.

Pengertian dan Fungsi Dana Darurat

Sesuai namanya, dana darurat merupakan sejumlah dana yang sengaja Anda sisihkan secara rutin untuk menghadapi kondisi atau hal-hal yang tidak terduga.

Idealnya, berapakah kita harus mengalokasikan jumlah dana darurat? Untuk pertanyaaan ini, sebaiknya, sesuaikan dengan pengeluaran dan jumlah tanggungan Anda. Berikut ini panduan jumlah dana darurat ideal yang sebaiknya Anda ikuti.

  • Lajang
Jika Anda masih lajang dan tidak memiliki tanggungan, maka sebaiknya sisihkan jumlah dana darurat minimal 3x pengeluaran bulanan.
  • Jumlah tanggungan 1
Apabila Anda memiliki 1 orang tanggungan, maka alokasikan dana darurat minimal 6x pengeluaran bulanan.
  • Jumlah tanggungan 3
Sementara, bagi Anda yang memiliki jumlah tanggungan sebanyak 3 orang, maka sisihkan dana darurat minimal 12x pengeluaran bulanan.
Ingat, jumlah dana darurat di atas sebagai nominal ideal yang harus dipenuhi. Lantas, bagaimana jika Anda belum mampu memenuhinya segera? Jawabannya, tidak masalah. Anda bisa menyesuaikan kembali dengan kondisi finansial.
 
Misalnya, buat target sendiri sesuai kemampuan, sehingga alokasi dana darurat bisa meningkat seiring berjalannya waktu. Satu hal yang terpenting yaitu alokasi dana darurat sudah ada.

Saat Anda memutuskan untuk menyimpan dana darurat, maka tujuan utamanya bukanlah profit atau keuntungan. Berikut ini tiga syarat yang harus dipenuhi oleh dana darurat.

  1. Mudah diakses
  2. Mudah dicairkan
  3. Disimpan di instrumen berisiko rendah

Intinya, pastikan Anda penuhi ketiga syarat di atas dalam penyimpanan dana darurat di tabungan bank, deposito, atau reksa dana pasar uang. Bisa pilih salah satu atau kombinasi diantara ketiganya dengan mempertimbangkan tiga syarat di atas.

Dana Darurat vs Tabungan, Apa Bedanya?

Lalu, apa perbedaan dana darurat dengan dana tabungan? Tentu saja berbeda. Hal ini bisa dilihat dari tujuannya. Apabila dana darurat sebagai langkah pengamanan terhadap kondisi darurat. Sementara, tabungan untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan yang sudah direncanakan.

Contoh penggunaan tabungan, seperti upgrade sepeda motor, handphone, liburan, dan sebagainya.

Selanjutnya, dari segi jumlah, tabungan ini bisa disesuaikan dengan tujuan yang ingin Anda capai. Misalnya, Anda ingin membeli sepeda motor seharga Rp 24 juta satu tahun lagi, maka Anda bisa menabung hingga Rp 24 juta saja di tabungan biasa atau deposito bank digital yang bisa dicairkan harian atau mingguan.

Dari perbandingan di atas, maka sudah jelas bahwa dana darurat sangat berbeda dengan tabungan, dilihat dari fungsi, jumlah, hingga tujuannya. Jangan pula mengalihfungsikan dana darurat sebagai tabungan, maupun sebaliknya tabungan sebagai dana darurat.

Tujuannya, supaya Anda tidak bingung dan kesulitan saat menghadapi kesulitan keuangan atau kondisi darurat yang tidak terduga di masa mendatang.

Pengertian dan Fungsi Asuransi

Sekarang, mari kita pelajari apa itu asuransi beserta fungsinya. Saat Anda mengenal asuransi, maka hal pertama yang harus Anda pahami yaitu polis dan pihak-pihak yang terlibat.

Ya, dalam asuransi, ada tiga pihak yang terlibat yaitu tertanggung, pemegang polis (bisa bertindak atas diri sendiri atau orang lain), dan perusahaan asuransi.

Polis yaitu perjanjian tertulis antara penanggung dengan pihak tertanggung. Di dalam polis tertera jelas semua hak, kewajiban, serta isi kesepakatan antara dua belah pihak dengan pembayaran premi asuransi secara rutin.

Dengan pembayaran premi tersebut, maka pihak tertanggung, dalam hal ini Anda, akan mendapatkan manfaat perlindungan sesuai kesepakatan yang tertera dalam polis asuransi. Inilah mengapa, polis asuransi sangat penting Anda pelajari terlebih dulu, sebelum tanda tangan kesepakatan.

Ada banyak jenis asuransi, namun dua jenis asuransi berikut ini yang paling dasar dan wajib Anda miliki.

1. Asuransi Kesehatan

Dari sekian jenis asuransi, jenis asuransi inilah yang menduduki prioritas utama. Artinya, siapapun itu harus memiliki asuransi kesehatan terlebih dulu, daripada asuransi yang lain. Alasannya, kesehatan merupakan risiko hidup setiap orang tanpa kenal usia.

Selain itu, asuransi kesehatan memberikan sejumlah manfaat, seperti pertanggungan biaya dokter, biaya obat, rawat inap, hingga operasi dengan jumlah sesuai kesepakatan dalam polis asuransi.

2. Asuransi Jiwa

Kedua, setelah asuransi kesehatan, jenis asuransi lain yang harus Anda miliki yaitu asuransi jiwa. Pasalnya, asuransi ini sangat penting dalam memastikan keluarga dari yang tertanggung untuk mendapatkan ganti rugi, saat tertanggung mengalami kecelakaan, tutup usia, maupun tidak mampu untuk bekerja lagi.

Asuransi jiwa sangat disarankan bagi Anda yang berstatus sebagai tulang punggung keluarga. Asuransi ini juga berfungsi sebagai rencana waris, sehingga pihak tertanggung bisa merasa terjamin bahwa ahli warisnya bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, sewaktu ia tidak bisa memberikan nafkah.

Terkait jumlah uang pertanggungan yang diperlukan, bisa berbeda-beda untuk setiap orang tergantung kondisi dan jumlah ahli waris yang tertanggung. Namun, disarankan jumlahnya setara dengan jumlah pengeluaran hingga anak terkecil mampu hidup mandiri.

Jadi, nominal uang pertanggungan bisa besar, sementara premi bulanan bisa ringan tergantung faktor-faktor penentunya.

Dana Darurat vs Asuransi, Lebih Utamakan yang Mana?

Dari penjelasan di atas, baik itu dana darurat maupun asuransi merupakan fondasi rencana finansial, namun pada level yang berbeda. Artinya, keduanya penting, namun tetap memiliki sifat yang berbeda.

Dilihat dari perbedaan dan karakteristik keduanya, sebenarnya asuransi maupun dana darurat bersifat saling melengkapi. Apabila salah satu sudah dibangun, maka satunya lagi harus dimiliki.

Dana darurat berfungsi membantu berbagai risiko keuangan dalam jangka waktu lebih cepat, sementara asuransi mengcover risiko keuangan yang lebih besar nominalnya. Namun, bagaimana jika kesulitan membangun keduanya sekaligus?

Solusinya, Anda bisa membangun dana darurat terlebih dulu. Buatlah jumlah minimal dana darurat yang harus Anda capai. Setelah tercapai, Anda bisa mulai sisihkan untuk membeli asuransi.

Asuransi Investasi

Bagaimana dengan asuransi investasi jika dibandingkan dengan dana darurat? Manakah yang lebih dibutuhkan? Yuk, simak penjelasannya dulu!

Apa Itu Aasuransi Investasi?

Asuransi investasi merupakan salah satu produk keuangan yang biasanya ditawarkan oleh perusahaan asuransi. Sesuai dengan namanya, produk ini memiliki 2 jenis manfaat bagi pemiliknya, yaitu manfaat asuransi dan manfaat investasi.

Seperti yang sudah kita bahas di atas, masyarakat sudah terlanjur akrab dengan asuransi jiwa, asuransi kesehatan, hingga asuransi pendidikan. Lantas, bagaimana dengan asuransi investasi? Bedanya, asuransi ini memberikan dua manfaat sekaligus yaitu asuransi jiwa dan investasi.

Kendati demikian, meskipun produk ini mengusung dua manfaat, namun fitur utamanya yaitu memberikan proteksi jiwa kepada nasabah. Sementara, manfaat investasi merupakan bonus yang akan nasabah peroleh karena memutuskan memiliki produk ini.

Keuntungan Asuransi Investasi

Kini, asuransi investasi menjadi salah satu investasi yang digemari masyarakat. Penasaran apa alasannya? Berikut uraiannya untuk Anda.

1. Dikombinasi dengan investasi

Alasan utama mengapa produk ini begitu digemari masyarakat karena combination asuransi dengan investasi, mengingat dua hal tersebut sangat penting. Pasalnya, selama ini pembayaran premi untuk asuransi maupun aset investasi selalu terpisah.

Dengan asuransi investasi, maka premi cukup dibayarkan sekali dengan nominal sesuai polis yang disepakati dua belah pihak. Bagi Anda yang menyukai proses simpel, tentunya produk ini merupakan jawabannya.

2. Premi tidak hangus

Salah satu keluhan dari asuransi yaitu hangusnya premi karena tidak ada klaim selama masa polis asuransi aktif. Inilah ketakutan yang dialami oleh nasabah karena premi yang dibayarkan tidak akan kembali lagi tanpa klaim.

Namun, hal tersebut tidak akan Anda alami saat membeli produk asuransi investasi. Pasalnya, produk ini tidak memakai sistem premi yang hangus. Jadi, apabila tidak ada klaim asuransi, karena produk ini memakai sistem investasi, maka premi akan menjadi investasi.

3. Masa pertanggungan panjang

Keuntungan berikutnya yaitu dari segi masa pertanggungan yang panjang. Ya, masa pertanggungan produk asuransi ini bisa berlangsung hingga 70 tahun ke atas.

4. Mempermudah akses untuk investasi

Kebanyakan orang tidak kunjung berinvestasi karena masih bingung tentang instrumen apakah yang sebaiknya dibeli. Kehadiran asuransi investasi inilah sebagai jawaban bagi orang-orang yang masih bingung tersebut.

Pasalnya, selain investasi untuk asuransi, sebagian premi tersebut juga dibayarkan sebagai dana investasi. Alhasil, Anda tidak perlu repot berpikir ulang untuk pengelolaan dana investasi. Peraturan terkait banyaknya alokasi dana untuk investasi diatur lebih lanjut di dalam polis asuransi.

5. Penambahan dan penarikan dana fleksibel

Terakhir, alasan investasi asuransi yang menguntungkan yaitu kemudahan dalam penambahan dan penarikan dana. Sebagai nasabah asuransi, Anda memegang kendali terhadap dana investasi yang Anda miliki.

Asuransi Investasi vs Dana Darurat, Lebih Didahulukan Mana?

Seperti halnya asuransi vs dana darurat, mengingat fungsi dana darurat lebih urgent dalam jangka pendek, sebaiknya dahulukan dana darurat. Setelah dana darurat terpenuhi, maka Anda bisa lanjut untuk membeli produk asuransi investasi.

Toh, dalam produk ini Anda bisa mendapatkan dua manfaat sekaligus, yaitu asuransi jiwa dan asuransi investasi dengan memperoleh berbagai keuntungan di atas.

Perusahaan Asuransi Investasi Terbaik

Mengingat banyaknya masyarakat yang berminat terhadap produk asuransi investasi, berikut ini kami berikan beberapa perusahaan contoh asuransi investasi terbaik. Kenali masing-masing profil perusahaannya, baru putuskan hendak bergabung dimana.

1. Prudential

Pertama, perusahaan Prudential. Perusahaan asuransi ini mengeluarkan produk asuransi investasi bernama PRULink. Adapun PRULink terbagi menjadi tujuh pilihan, diantaranya adalah PRULink Generasi Baru, Syariah Generasi Baru, Assurance Account, Syariah Assurance Account, Capital Account, Investor Account, serta Syariah Investor Account.

Tentu saja, masing-masing produk PRULink di atas memiliki keunggulan yang berbeda-beda. Lebih jelasnya, berikut ini berbagai manfaat dari asuransi investasi PRULink.

  • Premi rendah, hanya Rp 400 ribu per bulan
  • Usia masuk tertanggung, dari 1 tahun sampai 70 tahun
  • Masa perlindungan hingga usia 99 tahun
  • Ada fasilitas cuti premi
  • Bisa memilih instrumen investasi
  • Santunan meninggal dunia
  • Tersedia 20 asuransi tambahan lebih, seperti penyakit kritis, pembebasan premi, dan sebagainya

2. Manulife

Selain Prudential, Manulife juga menyediakan produk asuransi investasi yang tidak kalah menariknya. Apa saja manfaat yang akan Anda peroleh jika menjadi nasabah dari layanan ini? Berikut penjabarannya.

  • Usia masuk tertanggung mulai dari 30 hari hingga 70 tahun
  • Usia minimal pemegang polis yaitu 18 tahun
  • Masa pertanggungan hingga usia 99 tahun
  • Masa pembayaran premi sampai usia 98 tahun
  • Alokasi premi untuk investasi yaitu 80% untuk tahun pertama, lalu 100% untuk tahun kedua sampai ke sepuluh
  • Santunan meninggal dunia hingga 10 milyar Rupiah
  • Asuransi tambahan, seperti penyakit kritis, santunan rumah sakit, dan sebagainya
  • Bisa menarik polis kapan saja

3. AIA Financial

Ketiga, ada AIA Financial yang telah memiliki izin OJK untuk menawarkan produk asuransi investasinya kepada nasabah. Perlu Anda ketahui, perusahaan ini telah beroperasi di 18 pasar di Asia Pasifik.

Bagi Anda yang tertarik membeli produk asuransi investasi AIA Financial, berikut ini manfaat yang akan diperoleh.

  • Usia tertanggung mulai dari 0 tahun sampai dengan 70 tahun
  • Masa pertanggungan hingga usia 99 tahun
  • Santunan meninggal dunia maksimal Rp 1,5 miliar
  • Loyalty bonus, dan sebagainya

4. Asuransi Simas Jiwa

Ada lagi perusahaan asuransi investasi yang telah mengantongi izin dari OJK yaitu PT Asuransi Simas Jiwa. Beberapa manfaat yang akan Anda peroleh dengan membeli produk asuransi investasi dari perusahaan yaitu:

  • Usia tertanggung mulai dari 1 tahun hingga 80 tahun
  • Usia pemegang polis minimal 18 tahun
  • Masa pertanggungan hingga usia 95 tahun
  • Alokasi premi untuk investasi sebesar 100%
  • Bisa melakukan penarikan premi kapan saja
  • Manfaat pertanggungan 100% bagi tertanggung yang meninggal dunia, dan sebagainya

5. Allianz

Terakhir, Anda bisa pilih perusahaan asuransi terkemuka asal Jerman yaitu Allianz. Perusahaan ini juga menawarkan produk asuransi investasi terbaik bernama SmartLink Flexi Account Plus.

Beberapa benefit yang akan Anda peroleh diantaranya:

  • Santunan meninggal dunia sebesar 100%
  • Usia masuk tertanggung mulai dari 1 bulan hingga 70 tahun
  • Premi terjangkau, mulai dari Rp 300 ribu
  • Bebas memilih salah satu dari lima jenis investasi yang tersedia
  • Masa perlindungan hingga tertanggung mencapai usia 100 tahun
  • Penawaran batasan rawat inap seharga Rp 750 ribu per malam selama maksimal 180 hari dalam 12 bulan
  • Top up tunggal fleksibel dengan nominal minimal Rp 1 juta, dan sebagainya

Sebenarnya, masih ada lagi pilihan perusahaan asuransi investasi yang bisa Anda pertimbangkan yaitu AXA Mandiri dan BCA Life. Keduanya juga menawarkan kelebihan-kelebihan yang tak kalah menarik.

Nah, perusahaan mana yang akan Anda pilih, silahkan sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Sekali lagi, urutan prioritasnya dahulukan dana darurat. Apabila sudah mencapai target, tentukan perusahaan asuransi yang Anda percayakan untuk mengelola dana Anda.

Baca Juga:

Posting Komentar