Translate

Asuransi Jiwa: Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Cara Klaim

 

Asuransi Jiwa: Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Tips Klaim

Nirwana Tunggal - Membahas asuransi jiwa, betapa pentingnya hidup memiliki asuransi khususnya bagi diri pribadinya, anggota keluarga maupun asuransi pada harta bendanya. Terlebih biaya hidup sekarang terus mengalami peningkatan. Maka kali ini akan dibahas seputar pengertian asuransi jiwa, manfaat, jenis, dan cara klaim. Data menyebutkan kesadaran akan pentingnya asuransi jiwa di Indonesia masih terbilang rendah. Di tahun 2021, hanya sekitar 30% masyarakat Indonesia memahami betapa pentingnya layanan perlindungan ini untuk kehidupan mereka. 

Terlebih, rasa kepercayaan masyarakat justru dipatahkan oleh masalah-masalah dalam asuransi seperti penipuan dan lain-lain. Sehingga wajar jika di negara kita Indonesia asuransi masih menjadi hal yang kurang diminati khususnya bagi kalangan tertentu.

Melihat fenomena ini, muncul pertanyaan, sebenarnya seberapa penting asuransi jiwa untuk kehidupan kita? Bagaimana cara meningkatkan kepercayaan terhadap berbagai produk asuransi jiwa? Dan adakah solusi agar terhindar dari perusahaan asuransi bermasalah?

Semua pertanyaan di atas akan dibahas secara lengkap pada artikel di bawah ini. Sehingga diharapkan, Anda bisa paham dan menyadari betapa pentingnya asuransi jiwa untuk masa depan kita. Namun sebelum itu, kita simak terlebih dahulu pengertian dari asuransi jiwa.

Apa yang Dimaksud Dengan Asuransi Jiwa?

Asuransi jiwa adalah salah satu program perlindungan untuk anggota keluarga dari hal-hal tak terduga di masa depan. Tujuan asuransi jiwa ialah untuk mengcover dalam bentuk finansial dan sebagai perlindungan terhadap anggota keluarga tertanggung.

Nantinya, nasabah sebagai tertanggung akan berkewajiban untuk membayar premi asuransi dengan jumlah yang sudah disepakati. Jika tertanggung meninggal dunia, premi akan diberikan kepada keluarga sebagai UP atau Uang Pertanggungan.

Manfaat Asuransi Jiwa

Kesadaran akan pentingnya asuransi jiwa di Indonesia harus terus ditumbuhkan dengan melakukan pendekatan-pendekatan berkala kepada masyarakat. Pendekatan ini bisa dilakukan dengan menjelaskan apa saja manfaat asuransi jiwa untuk masa depan kita. Dikutip dari laman investopedia, berikut beberapa manfaat dari asuransi jiwa:

  1. Sebagai Dana Pensiun

Manfaat asuransi jiwa yang pertama adalah sebagai tabungan atau dana pensiun hari tua. Anda bisa memilih produk asuransi seperti unit link dan asuransi jiwa dwiguna untuk mengakumulasi dana pensiun yang dibutuhkan.

Karena bertujuan untuk tabungan di hari tua, premi yang Anda bayarkan tidak serta merta untuk keperluan asuransi saja. Melainkan untuk kepentingan lain seperti investasi dan lain sebagainya.

  1. Bentuk Perlindungan Dari Penyakit Kronis

Selain sebagai dana pensiun, asuransi jiwa juga memiliki manfaat sebagai jaminan perlindungan dari berbagai macam jenis penyakit kronis. Dengan mempercayakan produk dari asuransi jiwa, Anda akan jauh lebih tenang karena semua biaya perawatan sudah dicover oleh pihak asuransi.

Bukan hanya pada pasien dengan penyakit kronis, manfaat asuransi ini juga bisa dirasakan untuk mereka yang baru didiagnosa penyakit tertentu dan golongan terminal illnes.

  1. Memberikan Perlindungan Dalam Bentuk Finansial Kepada Ahli Waris

Selain untuk diri sendiri, asuransi jiwa juga memberikan perlindungan dalam bentuk finansial terhadap ahli waris. Jika pemegang polis meninggal dunia, maka ahli waris berhak mendapatkan untuk membiayai hidup mereka kedepan.

Dana yang diberikan ini bisa digunakan untuk berbagai macam kebutuhan salah satunya pendidikan. Ahli waris dari pemegang polis bahkan bisa mencukupi kebutuhan hidup mereka hanya dengan mengandalkan dana dari pemegang polis yang telah dilimpahkan kepadanya.

  1. Sebagai Penutup Biaya Kematian

Sama halnya ketika sakit, orang meninggal juga membutuhkan biaya perawatan khususnya saat pemulasaran jenazah. Apalagi yang meninggal adalah orang dari golongan tertentu dan meninggal dalam keadaan tertekan seperti sakit atau kecelakaan.

Dan karena sudah memiliki asuransi, keluarga yang ditinggalkan sudah tidak perlu lagi risau dengan masalah pemulasaran. Karena semua biaya sudah ditanggung oleh perusahaan asuransi lewat premi yang dibayarkan selama pemegang polis masih hidup.

Perbedaan Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan

Karena minimnya pengetahuan, Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan sering dianggap sama. Padahal keduanya jelas berbeda baik dari pengertian, tujuan maupun manfaat.

Jika Anda adalah salah satu dari sekian banyak orang yang menganggap kedua asuransi ini sama, mungkin bisa membaca tentang perbedaan asuransi jiwa dan asuransi kesehatan di bawah ini:

  1. Dari Segi Pengertian

Pada paragraf sebelumnya, dijelaskan bahwa asuransi jiwa bertujuan untuk memberikan perlindungan finansial kepada keluarga dari tertanggung yang meninggal dunia.

Besaran tanggungan akan diberikan sesuai dengan jumlah premi yang dibayar oleh tertanggung sebagai pemegang polis asuransi. Untuk keluarga tertanggung atau ahli waris yang dipilih harus dari keluarga dekat seperti anak, orang tua ataupun saudara kandung.

Sedangkan asuransi kesehatan adalah program perlindungan yang mengcover jaminan keuangan dan keamanaan. Dimana Anda sebagai pemegang polis dapat memanfaatkannya untuk perlindungan dari berbagai masalah kesehatan seperti sakit ataupun kecelakaan.

Saat mendaftarkan asuransi kesehatan, Anda akan diberikan beberapa jenis jaminan seperti perawatan di rumah sakit, obat-obatan, dokter, dan lain-lain. Ada juga perusahaan asuransi yang menawarkan jaminan tambahan seperti rawat inap, rawat jalan hingga perawatan gigi.

  1. Manfaat dan Tujuan

Asuransi jiwa memiliki manfaat yaitu sebagai tabungan di hari tua, tanggungan jika pemegang meninggal dunia hingga jaminan cacat akibat kecelakaan kerja. Dalam prakteknya, asuransi ini memiliki beberapa kategori seperti:

  • Asuransi jiwa berjangka
  • Asuransi jiwa seumur hidup
  • Asuransi unit link
  • Asuransi jiwa dwiguna

Sedangkan untuk asuransi kesehatan memiliki dua manfaat yaitu fungsi rawat jalan dan fungsi rawat inap. Untuk fungsi rawat jalan sendiri umumnya mencakup beberapa layanan seperti biaya dokter, konsultasi umum dan spesialis, resep obat, tindakan pencegahan hingga biaya laboratorium.

Sedangkan fungsi rawat inap akan mencakup beberapa hal seperti ruang persalinan, operasi, emergency, biaya rumah sakit, dokter jaga, dan lain-lain. Dua fungsi dari asuransi kesehatan ini biasanya sifatnya tidak selalu sama tergantung kebijakan dari perusahaan asuransi.

  1. Klaim Tanggungan

Perbedaan terakhir ada pada klaim tanggungan dari masing-masing asuransi. Pada asuransi jiwa, tertanggung wajib melaporkan keadaan yang dialami dalam masalah pengajuan klaim. Setelah itu, akan diminta untuk mengisi formulir dan melengkapi berkas lalu menunggu ACC dari perusahaan.

Sedangkan asuransi kesehatan akan menyediakan dua jenis klaim berupa sistem cashless dan reimbursement. Pada sistem cashless nasabah bakal menerima kartu yang nantinya bisa digunakan untuk transaksi selama di rumah sakit. Sistem cashless ini hampir mirip dengan kartu debit hanya nilai pembuatannya sedikit terbatas.

Berbeda dengan cashless, reimbursement adalah sistem yang menawarkan nasabahnya untuk bebas memilih rumah sakit, klinik dan perawat selama sakit. Jika ingin melakukan klaim, maka Anda harus mengajukan dokumen selambatnya 30 hari sejak tanggal selesai masa perawatan.

Hak dan Kewajiban Pemegang Asuransi Jiwa

Sebagai pemegang polis asuransi, kita memiliki hak dan kewajiban yang harus dipenuhi baik dalam proses pendaftaran hingga berjalannya masa asuransi. Di awal pendaftaran, calon nasabah berkewajiban untuk mengisi data dengan benar dan jelas.

Calon nasabah harus memberikan informasi yang akurat terkait usia tertanggung hingga melakukan prosedur tes kesehatan. Karena jika tertanggung ternyata memiliki riwayat penyakit tertentu, maka ia tidak diperbolehkan menjadi nasabah pada perusahaan asuransi yang berkaitan.

Kewajiban lain yang harus dijalankan oleh pemegang polis asuransi adalah membayar biaya yang sudah disepakati antara kedua belah pihak. Biaya polis pemegang asuransi ini juga harus dibayarkan sesuai dengan tenggang waktu yang diberikan oleh pihak asuransi.

Dalam hal membayar premi bulanan, pemegang polis akan diberikan masa tenggang dan kebebasan membayar hingga habis jatuh tempo. Meskipun tidak ada denda, membayar hingga habis jatuh tempo berakibat pada pengurangan jumlah klaim jika tertanggung meninggal dunia. Dan jika tertanggung belum membayar hingga habis masa yang ditentukan, maka ia akan diberi kelonggaran untuk melunasi namun dengan bunga.

Dari kewajiban yang harus dilakukan di atas, nantinya nasabah akan mendapatkan hak dan harus dipenuhi oleh pihak perusahaan asuransi. Salah satu hak yang akan didapat oleh pemegang polis adalah mendapatkan klaim jika ia mengalami kejadian buruk seperti terkena penyakit ataupun kecelakaan hingga mengakibatkan kematian.

Dalam proses klaim ini, perusahaan harus membantu proses klaim nasabah dari awal hingga pencairan dana. Proses pencairan ini pun juga harus melewati seleksi dan penyelidikan terkait penyebab pasti kematian si penanggung polis.

Klaim asuransi ini biasanya akan memakan waktu yang tidak sebentar karena melewati berbagai macam prosedur. Jika dalam proses penyelidikan ditemukan penyebab kematian secara tidak wajar seperti (bunuh diri) maka klaim asuransi tidak bisa dicairkan.

Jenis-Jenis Asuransi Jiwa yang Ada di Indonesia

Berupaya untuk mengcover dan melindungi kita dari segi finansial, asuransi jiwa terbagi dalam beberapa jenis seperti:

  1. Asuransi Jiwa Berjangka

Term Life Insurance atau asuransi jiwa berjangka adalah salah satu produk asuransi jiwa yang bermanfaat untuk memberikan jaminan ketika tertanggung meninggal dunia. Karena sifatnya berjangka, asuransi ini memberikan jaminan dengan periode tertentu seperti 1, 5, 10, 15 dan 20 tahun.

Ciri dari asuransi ini adalah premi rendah dengan proteksi maksimum. Anda yang menggunakan produk asuransi jiwa berjangka wajib membayar premi sesuai kesepakatan dengan jangka waktu tertentu.

  1. Asuransi Jiwa Seumur Hidup

Sesuai dengan namanya, asuransi ini memberikan manfaat berupa pertanggungan dengan durasi seumur hidup. Produk ini dirancang khusus untuk memberikan perlindungan kepada pemegang polis selama ia aktif dalam membayar premi.

  1. Asuransi Jiwa Dwiguna

Ketiga ada asuransi dwiguna yang memiliki dua manfaat yaitu membayar manfaat habis kontrak dan membayar santunan kematian. Membayar manfaat habis kontrak ini diberikan jika pemegang polis masih hidup hingga batas akhir asuransi jiwa selesai. Batas akhir asuransi ini biasanya antara 5, 10, 15 hingga 30 tahun.

Jenis asuransi ini sangat cocok bagi Anda yang ingin melakukan perlindungan finansial khususnya dana pendidikan, dana pensiun dan dana kebutuhan tak terduga di masa depan.

  1. Asuransi Jiwa Unit Link

Terakhir ada asuransi jiwa unit link yang hadir dengan dua manfaat seperti memberikan perlindungan dan mempunyai nilai tunai yang bervariasi. Asuransi ini sangat cocok bagi Anda yang baru mulai menggunakan produk asuransi dan masih minim pengalaman.

5 Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik di indonesia

Di Indonesia, perusahaan yang menawarkan asuransi jiwa tidak sedikit jumlahnya. Namun yang memiliki integritas mungkin bisa dihitung dengan jari. Nah, agar tidak salah jalan, kami pilihkan 5 perusahaan asuransi jiwa terbaik di Indonesia yang bisa dijadikan pertimbangan!

  1. Asuransi Prudential

Di nomor pertama ada layanan asuransi jiwa Prudential yang memiliki manfaat menanggung semua kerugian jika pemegang polis meninggal dunia karena sakit atau kecelakaan. Tak hanya itu, Prudential juga memberikan manfaat lain seperti jaminan hari tua, menjaga kesehatan hingga perlindungan khusus terhadap keluarga.

Bahkan lewat produk asuransi unit link, Prudential memberi kesempatan pengguna untuk bisa berinvestasi. Sehingga selain mendapatkan proteksi dari keadaan tertentu Anda juga bisa mendapat keuntungan lain dari menjalankan investasi.

  1. Manulife

Jika Anda mencari layanan penyedia asuransi terbaik di Indonesia, Manulife adalah salah satunya. Berpusat di Kanada, Manulife hadir dengan berbagai layanan seperti dana pensiun, asuransi jiwa murni dan asuransi kesehatan.

Manulife sendiri memiliki visi dan misi yaitu mewujudkan impian para nasabah untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Visi dan misi ini kemudian diselaraskan dengan pembaruan dan inovasi untuk yang sejalan dengan apa yang dibutuhkan oleh nasabah.

  1. AXA Mandiri

AXA Mandiri adalah salah satu dari sekian banyaknya perusahaan asuransi terbaik yang ada di Indonesia. Sudah berdiri sejak tahun 1991, perusahaan ini menyediakan berbagai produk asuransi seperti asuransi jiwa, kesehatan, dana pensiun, penyakit kronis hingga properti.

Khusus untuk asuransi jiwa, AXA Mandiri menawarkan perlindungan yang memang disesuaikan dengan kebutuhan para nasabah. Semua produk dari AXA Mandiri juga memiliki kredibilitas tinggi dan pastinya aman untuk jangka panjang.

  1. Generali

Generali adalah perusahaan asuransi jiwa asal Trieste, Italia yang kini sudah ada di Indonesia. Keunggulan dari layanan asuransi ini adalah penawaran premi ringan.

Generali juga memberikan 10% dana pertanggungan kepada nasabah yang terdampak Covid-19 dari luar polis. Tak hanya itu, asuransi Generali juga menyediakan layanan berupa fasilitas rumah sakit yang tersebar di seluruh Indonesia.

  1. Astra Life

Berdiri sejak Mei 2014, Astra Life konsisten untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada penggunanya. Layanan asuransi jiwa dari Astra Life menawarkan berbagai layanan seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, syariah, unit link dan DPLK.

Demi memudahkan para penggunanya, semua produk asuransi dari Astra Life sudah bisa diakses secara online. Anda bisa melakukan berbagai kegiatan seperti pembelian hingga klaim asuransi langsung dari ponsel.

Selain 5 perusahaan asuransi di atas, Anda juga bisa memilih perusahaan lain dengan kredibilitas sama seperti:

  • PT BNI Life Insurance
  • PT FWD Insurance Sequis Life
  • PT AIA Financial
  • PT Asuransi BRI Life
  • PT Asuransi Jiwa Astra
  • PT Indolife Pensiontama
  • PT Capital Life Indonesia
  • PT Sun Life Financial Indonesia

Perusahaan asuransi diatas sudah mendapat jaminan dari OJK dan telah memiliki website resmi. Untuk manfaat, premi dan informasi lainnya Anda bisa langsung mengunjungi website dari masing-masing perusahaan.

Bagaimana Cara Memilih Asuransi Jiwa yang Tepat?

Banyaknya layanan asuransi di Indonesia membuat kita bingung menentukan mana perusahaan yang benar-benar kredibel. Agar tidak salah pilih, berikut tips yang bisa Anda ikuti:

  1. Jangan Lupa Riset

Untuk menanggulangi kejadian yang tidak diinginkan, sebaiknya lakukan riset sebelum Anda menentukan perusahaan asuransi jiwa. Riset ini meliputi kredibilitas, seluk-beluk serta produk asuransi yang ditawarkan. Jangan lupa mempertimbangkan terkait manfaat dan premi yang harus dibayarkan.

Selain kredibilitas yang diakui, perusahaan asuransi terbaik biasanya memiliki ciri khusus seperti:

  • Sudah terdaftar OJK
  • Informasi yang diberikan sangat transparan
  • Jaringan perusahaan luas dan terarah
  • Menawarkan perlindungan secara menyeluruh
  • Alamat perusahaan jelas
  • Penawaran produk dan premi yang sewajarnya

Nah agar Anda semakin yakin, pastikan juga bahwa perusahaan asuransi jiwa tersebut sudah memiliki website resmi. Dari website ini Anda bisa melihat sejauh mana perusahaan tersebut memberikan pelayanan, apa saja visi-misinya dan bagaimana review dari para nasabah.

  1. Pilih Sesuai Kebutuhan dan Kemampuan Finansial

Sebelum memutuskan mendaftar asuransi, sebaiknya ukur dulu sampai dimana kemampuan dan apa kebutuhan Anda. Misalnya Anda adalah orang yang tidak sekadar butuh perlindungan jiwa namun juga investasi, maka bisa memilih produk asuransi unit link. Namun jika Anda hanya membutuhkan perlindungan jiwa, maka bisa memilih produk asuransi dwiguna.

Jika perlu lakukan perbandingan terkait premi asuransi dari masing-masing kandidat perusahaan yang bakal dipilih. Biasanya setiap perusahaan akan memberikan rate premi dan manfaat yang berbeda-beda. Anda bisa memilih hingga dua atau tiga perusahaan untuk menentukan yang terbaik.

  1. Konsultasikan Dengan Para Ahli

Agar semakin yakin, Anda juga perlu melakukan konsultasi dengan konsultan asuransi. Mereka biasanya akan memberikan arahan dan informasi-informasi penting terkait produk asuransi yang ingin Anda beli.

Melakukan konsultasi dengan para ahli bisa meminimalisir risiko buruk yang mungkin akan terjadi dikemudian hari. Walaupun pada akhirnya nanti, keputusan untuk membeli produk asuransi terbaik tetap ada di tangan Anda.

  1. Jangan Sungkan Untuk Bertanya

Karena pengalaman pertama, banyak dari kita yang sungkan untuk bertanya terkait seluk-beluk asuransi jiwa. Padahal ini adalah langkah paling konkrit untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk itu, saat sedang melakukan konsultasi asuransi, tanyakan beberapa hal seperti berapa premi yang akan dibayarkan, bagaimana periode mempelajari polis dan apa saja yang menjadi pengecualian dalam asuransi jiwa. Meski terkesan mendetail, ini adalah cara terbaik untuk mengukur sampai dimana kesanggupan khususnya financial kita.

Prosedur Pendaftaran Asuransi

Prosedur pendaftaran asuransi jiwa sebenarnya sama dengan jenis asuransi pada umumnya. Anda diminta untuk memilih produk asuransi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan.

Baru setelah itu, Anda akan masuk pada alur pendaftaran, isi SPAJ, bayar premi hingga seleksi underwriting. Untuk lebih jelasnya, berikut langkah-langkah pendaftaran asuransi jiwa:

  1. Menyiapkan Persyaratan

Dari pemilihan produk asuransi, Anda bisa masuk ke prosedur selanjutnya yaitu menyiapkan segala persyaratan yang dibutuhkan. Biasanya, pihak asuransi akan meminta Anda mengumpulkan beberapa jenis dokumen seperti:

  • KTP
  • SIM
  • Buku nikah bagi yang sudah berkeluarga
  • Akta kelahiran dari ahli waris
  • NPWP
  • Medical check up
  • Dokumen pendukung lain

Terkait NPWP dan medical check up ini biasanya bersifat opsional dan tergantung pada kebijakan perusahaan. Namun untuk jaga-jaga, sebaiknya siapkan kedua dokumen tersebut saat akan mendaftar asuransi jiwa.

  1. Prosedur Pendaftaran

Jika berkas diatas telah Anda penuhi, maka bisa langsung melakukan pendaftaran yang bisa diakses secara online maupun offline. Karena saat ini sudah jamannya, teknologi, mendaftar asuransi lebih baik dilakukan secara online. mudah, pendaftaran via web atau aplikasi ini juga praktis dan cepat.

  1. Pengisian SPAJ

SPAJ adalah kepanjangan dari Surat Pengajuan Asuransi Jiwa yang harus diisi dengan lengkap, benar dan sesuai dengan kondisi Anda saat ini. SPAJ ini biasanya berisi tentang informasi-informasi terkait data diri serta kondisi kesehatan calon nasabah.

  1. Pembayaran Premi

Setelah pengisian SPAJ selesai, Anda diminta untuk membayar premi pertama sebagai prosedur pengaktifan akun. Untuk besaran biaya premi ini mulai dari belasan hingga ratusan ribu tergantung kesepakatan.

  1. Menunggu Seleksi Underwriting

Dari proses pembayaran premi, Anda akan masuk ke proses terakhir yaitu seleksi underwriting. Ini adalah seleksi yang akan memutuskan lolos dan tidaknya pengajuan asuransi Anda. Dalam proses ini, pihak seleksi akan mempertimbangan dua faktor yaitu kondisi kesehatan serta jumlah premi yang Anda ajukan.

Cara Klaim Asuransi Jiwa

Pendaftaran sudah, kini kita akan masuk ke poin selanjutnya yaitu cara klaim asuransi jiwa tergantung dengan manfaat yang diberikan.

  1. Klaim Manfaat Rawat Inap

Rawat inap merupakan prosedur yang dilakukan oleh pihak rumah sakit kepada pasien yang membutuhkan perawatan khusus. Untuk peserta yang mendapatkan manfaat rawat inap, sebaiknya segera melakukan klaim dengan mengumpulkan beberapa dokumen seperti:

  • FC KTP
  • Formulir pengajuan terkait klaim rawat inap
  • SK dari dokter yang merawat
  • FC hasil pemeriksaan kesehatan
  • Kwitansi pembayaran yang asli
  1. Manfaat Perlindungan Dari Penyakit Kritis

Klaim asuransi juga bisa dilakukan untuk pemegang polis dengan kondisi penyakit tertentu atau kritis. Tak jauh beda dengan sebelumnya, dalam mengajukkan klaim Anda juga harus mengumpulkan beberapa dokumen seperti:

  • FC KTP
  • Formulir klaim penyakit kritis
  • SK dari dokter yang merawat
  • Hasil pemeriksaan kesehatan
  • Dokumen lain terkait pengajuan klaim
  1. Manfaat Untuk Keadaan Cacat Total

Kecelakaan hingga mengakibatkan cacat permanen juga bisa melakukan klaim asuransi. Untuk prosedur pengajuannya, nasabah diminta mengumpulkan beberapa dokumen seperti:

  • FC KTP
  • Formulir pengajuan klaim terkait kondisi akibat kecelakaan
  • Surat keterangan dari dokter yang merawat
  • Hasil pemeriksaan secara menyeluruh
  • Surat BAP dari pihak kepolisian terkait kecelakaan yang mengakibatkan cacat permanen
  1. Klaim Meninggal Dunia Karena Kecelakaan

Jika tertanggung mengalami kecelakaan hingga mengakibatkan meninggal dunia, maka ahli waris wajib melakukan klaim kepada perusahaan asuransi. Untuk pengajuan klaim ini, ahli waris harus mengumpulkan beberapa berkas seperti:

  • FC KTP
  • FC KK
  • Surat keterangan meninggal dari pemerintah setempat, rumah sakit maupun dokter
  • Dokumen pemeriksaan
  • Polis asuransi
  • Surat BAP dari pihak kepolisian

5. Meninggal Dunia Bukan Karena Kecelakaan

Tak jauh beda dengan sebelumnya, ahli waris juga berhak melakukan klaim jika tertanggung meninggal dan bukan karena kecelakaan. Pengajuan klaim ini juga harus melewati beberapa prosedur dimana ahli waris harus mengumpulkan beberapa berkas seperti:

  • FC KTP
  • FC KK
  • SK meninggal dari rumah sakit
  • Akta kematian
  • SK pemakaman maupun kremasi
  • Polis asuransi

Tips Agar Klaim Asuransi Jiwa Segera Cair

Mengajukan klaim asuransi jiwa kadang terasa sulit bagi sebagian orang, mungkin juga Anda. Agar pengajuan klaim lancar dan segera cair, sebaiknya ikuti 4 tips klaim asuransi jiwa, sebagai berikut:

  • Cermat dalam memilih polis
  • Paham dengan pengecualian serta manfaat dari polis yang dipilih
  • Jujur dalam mengisi SPAJ atau Surat Permohonan Asuransi Jiwa
  • Melengkapi dokumen klaim asuransi

Alasan Klaim Asuransi Jiwa Ditolak Oleh Perusahaan

Berikut beberapa alasan yang mendasari mengapa klaim asuransi Anda ditolak oleh perusahaan:

  • Risiko yang Anda alami tidak sesuai atau tidak ditanggung oleh pihak asuransi
  • Persyaratan polis tidak sesuai
  • Data tidak sesuai
  • Sudah melebihi batas waktu yang telah ditetapkan

Akhirnya sampai juga pada pembahasan terakhir terkait asuransi jiwa. Dari penjelasan diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa asuransi dalam bentuk apapun sangat dibutuhkan untuk masa depan kita.

Terlepas dari masalah yang ada, hal tersebut tidak akan berarti jika kita tepat dalam memilih jenis asuransi jiwa. Apalagi diatas juga sudah dijelaskan tentang bagaimana cara kita memilih produk asuransi yang aman dan menguntungkan. Jadi apa yang membuat Anda masih ragu dalam hal menggunakan asuransi jiwa?

Posting Komentar