Translate

Cara Terbaik Membeli Saham dan Upaya Mengelola serta Menghindari Risiko

 

Cara Terbaik Membeli Saham dan Upaya Mengelola serta Menghindari Risiko

Nirwana Tunggal
- Investasi saham merupakan sebuah instrumen pasar keuangan berupa tanda penyertaan modal seseorang atau badan usaha pada suatu perusahaan atau perseroan terbatas, dan menjadi investasi pilihan yang cukup prospektif. Pada umumnya masyarakat menggunakan investasi untuk pengembangan aset untuk kehidupan yang lebih sejahtera.

Disini akan akan dibahas seputar cara beli saham, pengelolaan, dan bagaimana cara terbaik memilih investasi saham untuk menghindari atas segala kemungkinan risiko dalam saham.

Di Indonesia, investasi saham menjadi pilihan investasi yang cukup populer. Namun, dalam berinvestasi saham harus benar-benar diperhatikan jenis, contoh, keuntungan atau kerugiannya.

Jenis-Jenis Saham yang Perlu Diketahui

  1. Saham Biasa (Common Stock)

Common Stock adalah jenis saham berdasarkan kepemilikan yang dapat melakukan klaim kepemilikan dengan menyesuaikan keuntungan dan kerugian yang dimiliki perusahaan. Apabila perusahaan tersebut bangkrut, maka yang akan mendapatkan prioritas terakhir dalam pembagian keuntungan adalah pemilik saham. Contoh saham biasa adalah saham waran I sampai IV. Beberapa perusahaan yang mengelola investasi saham waran, sebagai berikut :

  • PT. Smartfren Telecom (Persero) Tbk
  • Dan PT OBM Drilchem (Persero) Tbk
  • Dll
  1. Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)

Saham ini adalah termasuk jenis saham yang berdasarkan cara pengalihannya. Biasanya saham tersebut tidak memiliki nama kepemilikan secara tertulis, dengan tujuan agar mudah dipindah tangankan tanpa melalui badan hukum.

Banyak negara yang membatasi dengan ketat, bahkan menghapus eksistensi saham tersebut. Termasuk Negara Indonesia berdasarkan undang-undang No. 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas. Ada beberapa alasan dibatasi dan dihapusnya jenis investasi saham tersebut, diantaranya :

  • Mudah dipindah tangankan
  • Tidak tercatat dalam DPS (Daftar Pemegang Saham)
  • Reputasi kepemilikan saham yang cenderung negatif, dan
  • Risiko dicuri atau hilang
  1. Saham Preferen (Preferred Stock)

Saham ini termasuk jenis saham kepemilikan yang merupakan gabungan dari obligasi dengan investasi saham biasa dengan bunga yang bersifat tetap. Saham tersebut dapat ditemukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode 4 huruf atau ada tambahan huruf P di belakangnya.

Saham ini disebut juga dengan saham istimewa, karena dalam pembagian dividennya lebih didahulukan dibanding pemegang saham biasa. Meskipun demikian, saham ini mempunyai kelemahan, yaitu saham tersebut relatif sulit diperjualbelikan. Pemegang saham dalam hal ini tidak mempunyai hak suara dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), dan termasuk juga tidak bisa membeli kembali saham perusahaan.

  1. Saham Pendapatan (Income Stock)

Jenis saham ini termasuk saham berdasarkan kinerja perdagangan. Saham tersebut biasanya membayar dividen (laba) lebih besar dari periode sebelumnya.  Saham ini juga menawarkan pendapatan tetap dan teratur selama periode tertentu dengan risiko yang relatif rendah. 

Ada dua jenis saham pendapatan, yaitu dividen dan capital gain. Dividen adalah bagi hasil yang diberikan oleh perusahaan kepada pemegang saham dalam kurun waktu satu tahun. Sedangkan capital gain mengacu kepada selisih harga saham antara harga beli dan harga jual yang lebih tinggi. Contoh perusahaan yang mengeluarkan saham pendapatan, antara lain :
  • PT Indo Tambangraya Megah (Persero) Tbk. (ITMG)
  • PT Adaro Energi Indonesia (Persero) Tbk. (ADRO)
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI)
  • Dll
  1. Saham Atas Nama (Registered Stock)

Saham ini termasuk jenis saham berdasarkan cara pengalihannya. Saham tersebut memiliki bukti tertulis dalam kepemilikannya. Jadi, untuk mengalihkan atau memindahkannya harus melalui badan hukum. Nama pemilik saham yang baru harus dicatat dalam buku khusus yang memuat daftar pemegang saham perusahaan. Apabila sertifikat saham tersebut hilang, pemegang saham dapat meminta penggantinya. 

  1. Saham Spekulatif (Speculative Stocks)

Saham ini termasuk jenis saham yang berdasarkan kinerja perdagangan yang memberikan dividen (laba) secara tidak konsisten, akan tetapi biasanya memiliki keuntungan yang relatif tinggi. Investor yang cocok untuk investasi saham ini adalah yang memiliki profil high risk (risiko tinggi). Saham spekulatif dikeluarkan oleh perusahaan di beberapa sektor, antara lain :
  • Energi pertambangan
  • Teknologi
  • Bioteknologi
  1. Saham Pertumbuhan (Growth Stock)

Jenis saham ini di nilai berdasarkan kinerja perdagangan yang memiliki pertumbuhan relatif tinggi, akan tetapi tidak semua perusahaan tinggi memiliki growth stock. Investasi saham ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu Well-Know berasal dari perusahaan yang cukup tinggi, dan Lesser-Know yang berasal dari perusahaan kurang populer. Growth in stock di Bursa Efek Indonesia (BEI) antara lain :

  • PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR)
  • PT Waskita Beton Precast (Persero) Tbk. (WSBP)
  • PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (Persero) Tbk. (SIDO)
  1. Saham Kontra-Siklus (Counter Cyclical Stock)

Jenis saham yang satu ini termasuk berdasarkan kinerja perdagangan yang tidak akan berpengaruh atas ekonomi yang naik turun, stabil, dan keuntungannya disesuaikan dengan perusahaan yang mengeluarkan saham.

Jenis saham ini cocok untuk investasi jangka panjang karena memiliki keuntungan yang relatif tinggi. Harga saham ini akan naik pada masa resesi dan jatuh selama periode ekspansi ekonomi. Contohnya adalah saham-saham perusahaan yang menjual barang kebutuhan pokok, peritel diskon, perusahaan penyedia jasa pekerja sementara, perusahaan out sorcing, perusahaan out placement, dan yang lainnya.

  1. Saham Lapis Satu (Blue Chip Stock)

Saham ini termasuk jenis saham yang berdasarkan kinerja perdagangan. Saham tersebut paling sering diincar oleh investor. Karena disamping dikeluarkan oleh perusahaan tinggi yang memiliki penghasilan stabil, juga konsisten dalam membayar bagi hasil dividen (laba). Contoh perusahaan-perusahan yang mengeluarkan saham lapis satu ini antara lain:

  • PT Barito Pacific (Persero) Tbk. (BRPT)
  • PT Bank Jago (Persero) Tbk. (ARTO)
  • PT Bank Syariah (Persero) Tbk. (BRIS)
  • Dll

Cara Terbaik Membeli Saham yang Bagus dan Aman

Untuk membeli saham yang bagus dan aman, diperlukan pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang investasi saham, juga memerlukan proses yang bertahap. Dalam investasi saham tentunya ada konsekuensi berupa risiko, akan tetapi risiko tersebut dapat diminimalisir bahkan bisa dihindari.

Adapun cara membeli saham yang tepat dan aman, berikut ulasannya.

  1. Memahami ilmu dasar saham

Dalam investasi saham bukan hanya mendapatkan hasil yang diharapkan, akan tetapi tahapan prosesnya harus benar-benar dilakukan dengan serius dan penuh kesungguhan. Diantara tahapan awal yang paling mendasar adalah pemahaman tentang ilmu dasar saham. Mengetahui dan memahami tentang jenis-jenis saham, contoh-contohnya, keuntungan, dan kerugian dalam investasi saham, menjadi sangat penting apalagi untuk kalangan pemula.

  1. Menentukan Perusahaan Sekuritas

Peran Perusahaan sekuritas sangat penting dalam menjembatani investor dari bursa efek dimana saham itu dibeli dan dijual. Perusahaan sekuritas yang baik dipastikan berusaha mengoptimalkan investasi yang kita miliki. Perusahaan sekuritas yang terpercaya, harus memiliki beberapa poin penting, diantaranya :

  • Terdaftar di OJK dan BEI
  • Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) tinggi
  • Reputasi dan rekam kerja yang baik
  • Memiliki fasilitas dan riset yang ditawarkan
  • Kemudahan akses buka rekening dan tempat fisiknya
  • Biaya yang dibebankan kepada investor jelas dan tidak rumit
  • Menyediakan jasa yang beragam dalam pelayanannya
  • Dan lain sebagainya
  1. Membuka Rekening Dana Nasabah (RDN)

Untuk membuka RDN dapat dilakukan melalui perusahaan sekuritas. Caranya yaitu dengan mendatangi langsung kantor sekuritas atau secara online melalui website dan platform online trading milik perusahaan sekuritas. Selanjutnya mengisi formulir pembukaan secara lengkap dengan menyiapkan kelengkapan dokumen yang diminta. Untuk deposit awal, tiap perusahaan berbeda nominalnya, untuk saat ini deposit minimal dapat dimulai dari Rp 100.000,-

  1. Memulai Memilih Saham

Yang harus dipertimbangkan secara matang pada saat memilih saham adalah : Legalitas dari perusahaan sekuritas atau platform online trading yang melakukan diversifikasi produk. Platform tersebut tidak hanya menjual saham, tetapi juga reksa dana, obligasi, emas, juga kripto.

Perusahaan sekuritas yang dipilih juga harus bereputasi baik, yang dapat dilihat dari analisis yang kompeten dan tidak pernah melangar aturan yang berlaku. Tidak kalah penting juga, perusahaan sekuritas yang dipilih menawarkan layanan/fasilitas yang memudahkan dalam berinvestasi termasuk biaya transaksi yang relatif rendah. 

  1. Melakukan Pembelian Saham

Setelah menentukan perusahaan sekuritas, membuka Rekening Dana Nasabah, dan memilih saham yang akan dibeli. Maka langkah selanjutnya adalah melakukan pembelian saham. Namun, sebelum memutuskan pembelian saham, kita sudah terlebih dahulu membaca laporan keuangan perusahaan dan hal lainnya yang berhubungan dengan kinerja pada perusahaan.

  1. Melakukan Diversifikasi Saham (Membeli Beberapa Jenis Saham)

Diversifikasi saham sangat penting dilakukan, agar dana yang dimiliki untuk investasi tidak semuanya merugi ketika hanya memilih satu jenis saham yang tidak menguntungkan dikemudian hari. Sebaiknya membeli saham dari perusahaan yang memiliki nilai fundamental baik. Disarankan untuk pemula, membeli saham blue chip. Saham jenis ini memiliki nilai yang cenderung naik dari tahun ke tahun, dan cocok untuk investasi jangka panjang.

  1. Selalu Memantau Pasar

Setelah melakukan pembelian saham, kita bisa memantau kondisi pasar dari waktu ke waktu. Dapat dipantau dari sosial media atau media lain yang mengulas harga saham setiap harinya. Kita dapat menambah saham yang dimiliki dengan membelinya saat pasar sedang turun, agar berpotensi memperoleh keuntungan yang lebih besar dikemudian hari.

  1. Memeriksa Laporan Keuangan Perusahaan

Bagaimana cara memeriksa laporan keuangan perusahaan dengan mudah? Seorang investor harus mampu membaca laporan keuangan emiten (perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia), selanjutnya menganalisis laporan keuangan, sehingga akan diketahui apakah perusahaan tersebut baik atau tidak kinerja keuangannya, saham yang layak atau tidak untuk dibeli, dan diketahui pula untung juga ruginya.

Investor dapat melihat bahkan mengunduh laporan keuangan kuartalan dan tahunan di Situs Resmi BEI. Investor juga harus mempelajari cara membaca laporan keuangan perusahaan, bisa melalui internet atau langsung ditanyakan kepada orang yang kompeten dibidangnya.

Hal-hal yang harus dihindari dalam memilih saham antara lain :

  1. Tidak Emosional Dalam Pengambilan Keputusan

Maksudnya adalah dalam pengambilan keputusan membeli saham, harus dipertimbangkan dengan matang. Bukan karena faktor emosional yang mengenyampingkan analisis yang obyektif.

  1. Tidak Dengan Mudah Membeli Saham Atas Rekomendasi Orang Lain

Biasanya karena tidak menguasai investasi saham, maka dengan mudah calon investor (Investor pemula) mempercayakan semua proses dan tahapannya kepada orang yang ahli dibidangnya. Akan tetapi hal itu belum tentu orang yang dipercaya tersebut selamanya tepat dalam merekomendasikan perusahaan dan jenis saham yang akan Anda dibeli.

  1. Tidak Hanya Membeli Satu Jenis Saham (Diversifikasi Saham)

Sesuai teori bisnis, khususnya di dunia investasi yaitu tidak menempatkan atau menyimpan semua telur dalam satu keranjang. Bagaimana yang terjadi ketika tiba-tiba keranjang itu jatuh? Tentunya semua telur atau sebagian besar telur tersebut pecah. Kalau dianalogikan dengan diversifikasi saham, ini cukup relevan bahwa dengan membeli beberapa jenis saham, relatif dapat mengantisipasi dan mencegah atau meminimalisir kerugian yang akan terjadi.

Upaya Mengelola dan Menghindari Risiko Dalam Berinvestasi Saham

Risiko dalam investasi saham adalah Konsekuensi dari pengambilan keputusan untuk berinvestasi. Dimana ada kemungkinan mendapatkan kerugian relatif terhadap pengembalian yang diharapkan. Risiko investasi saham dapat dikelola dan diminimalisir, bergantung kepada segmen investasinya.

Diantara prinsip investasi saham adalah semakin tinggi risikonya, maka semakin baik pula potensi pengembaliannya. Sebaliknya semakin rendah risikonya, maka relatif semakin rendah pula potensi pengembaliannya. Yang diharapkan sebenarnya adalah risiko yang seminimal mungkin, dan mendapatkan potensi pengembalian yang relatif maksimal dan stabil.

Adapun upaya meminimalisir dan menghindari risiko dalam investasi saham adalah :

  1. Menganalisis baik fundamental maupun teknikal sebelum membeli saham emiten tertentu.

  2. Dalam pengambilan keputusan harus tetap tenang dan jangan panik.

  3. Jenis investasi yang dilakukan bersifat jangka panjang, seperti : Saham blue chip, Emas, Properti, Tabungan berjangka, Reksa dana, dan lain-lain.

  4. Membagi modal (dana) ke beberapa jenis investasi tertentu (Diversifikasi saham).

  5. Menghindari penggunaan uang panas dalam investasi saham.

  6. Menggunakan Cut Loss, yaitu suatu kondisi dimana kita harus menjual aset investasi.

Menurut HBSC (Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited), jenis-jenis risiko investasi antara lain :

  1. Risiko pasar

  2. Risiko keuangan dan bisnis

  3. Risiko wabah penyakit

  4. Dan Lainnya

Rekomendasi Pilihan Saham Blue Chip Terbaik di Indonesia

Saham blue chip merupakan saham lapis satu di bursa saham. Saham tersebut memiliki kapitalisasi pasar yang besar, mencapai diatas Rp.10 triliun. Saham ini juga memiliki likuiditas yang sangat bagus. Saham blue chip masuk dalam kategori saham yang cukup lama terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia) minimal 5 tahun. Oleh karena itu, saham ini cenderung bergerak stabil dan relatif tidak liar, dan sangat cocok bagi investor yang ingin berinvestasi jangka panjang.

Di Indonesia, saham-saham yang termasuk kategori saham blue chip, ada pada daftar indeks LQ45 Tahun 2022, antara lain :

  1. PT Indika Energy (Persero) Tbk. (INDY)

  2. PT Medco Energi Internasional (Persero) Tbk. (MEDCO)

  3. PT Adaro Energy Indonesia (Persero) Tbk. (ADRO)

  4. PT Indo Tambangraya Megah (Persero) Tbk. (ITMG)

  5. PT Bank Jago (Persero) Tbk. (ARTO)

  6. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS)

  7. PT Sumber Alfaria (Persero) Tbk. (AMRT)

  8. PT Barito Pacific (Persero) Tbk. (BRPT)

  9. PT JAPFA Confeed Indonesia (Persero) Tbk. (JPFA)

  10. PT Sarana Menara Nusantara (Persero) Tbk. (TOWR)

  11.  PT Unilever Indonesia (Persero) Tbk. (UNVR)

  12.  PT Media Nusantara Citra (Persero) Tbk. (MNCN)

Panutup

Itulah penjelasan dan gambaran singkat mengenai cara terbaik membeli saham dan upaya mengelola serta menghindari risiko. Setelah Anda membaca penjelasan diatas diharapkan akan lebih bijak memilih perusahaan terpercaya, memahami risiko serta mempersiapkan diri dan mental ketika Anda hendak mengambil keputusan sebelum berinvestasi. Investasi tentu memiliki risiko, akan tetapi bukan pilihan tepat jika Anda menghindari investasi ketimbang menghindari risiko investasi itu sendiri. Selamat berinvestasi !

Baca Juga:

Posting Komentar