Translate

Jenis Instrumen Investasi dan Seberapa Risikonya

 

Jenis Instrumen Investasi & Risikonya

Nirwana Tunggal - Investasi secara umum adalah melakukan penanaman modal yang dapat berupa uang atau aset berharga dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari apa yang telah dikeluarkan. Dengan kata lain, investasi adalah kegiatan mengeluarkan modal dalam bentuk uang/kekayaan yang diberikan kepada pihak atau lembaga dengan harapan nilai yang dikeluarkan akan mengalami perbedaan atau keuntungan finansial yang lebih tinggi dari modal awal tersebut.

Jadi dengan apa yang disebut "Investasi", bukan hanya tentang uang, kita memperbaiki diri, berperilaku baik juga merupakan bagian dari investasi itu sendiri. Dimana seseorang pasti akan mengharapkan suatu keuntungan (benefit) dari apa yang dilakukannya sekarang dan berharap mendapatkan keuntungan dikemudian hari, baik di dunia maupun di dunia yang berbeda.

Apalagi hidup di era milenial saat ini, investasi sangat dibutuhkan untuk menjadikan diri lebih mumpuni untuk menyeimbangkan segala kebutuhan. Di masa depan, perkembangan teknologi akan terus meningkat pesat. Untuk itu, investasi, terutama yang bersifat intelektual, harus dilakukan untuk mengimbangi segala hambatan dalam menjalani kehidupan. Untuk menjadikan diri berkualitas, perlunya secara konsisten meluangkan beberapa jam setiap hari untuk mengembangkan bakat & keterampilan menjadi lebih baik, siap menghadapi apapun yang akan menghadangnya.

Apalagi jika berkecimpung dalam investasi yang berkaitan dengan dunia bisnis, memerlukan aset/dana untuk melakukannya, tentu semua itu ada risikonya, baik risiko rendah, sedang, maupun tinggi. Maka untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dalam berinvestasi, perlu dipahami beberapa analisa sebelum terjun langsung ke dalamnya.

Dari yang telah dijelaskan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa semua jenis instrumen investasi memiliki risiko, tetapi investasi sendiri memiliki banyak manfaat dan tujuan. Yang terpenting adalah menjadi cara untuk meningkatkan aset/dana, menjadikannya sebagai cara untuk melindungi kekayaan dari ancaman inflasi baik dengan tujuan jangka pendek maupun jangka panjang.

Ada berbagai jenis instrumen investasi dengan berbagai variasi risikonya. Perlu dipahami bahwa tidak semua instrumen investasi cocok bagi investor. Jadi, dengan mempelajari berbagai instrumen investasi dan segala risikonya, merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh setiap investor, terutama bagi investor baru.

Secara Umum Jenis Investasi Hanya Terbagi Menjadi 2 pilihan, Yakni :

  1. Instrumen Investasi Jangka Pendek, dan
  2. Instrumen Investasi Jangka Panjang
Investasi jangka pendek adalah jenis investasi yang dilakukan dengan jangka waktu yang cukup singkat, dapat dilakukan hanya dalam beberapa minggu, bulan bahkan 1 tahun masih dikategorikan sebagai jenis investasi jangka pendek. Jenis investasi ini juga diminati oleh banyak orang karena kelebihannya yaitu sebagai cara mengamankan dana sambil menunggu peluang investasi yang relatif lebih menjanjikan. Oleh karena itu, jenis investasi ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Kelebihan & Kekurangan Jenis Investasi Jangka Pendek

Di sisi lain, investasi ini bisa dimulai dengan dana kecil dan keuntungan yang ditawarkan otomatis lebih cepat, juga menawarkan fleksibilitas finansial yang mengacu pada kemudahan yang didapat investor. Dengan cara ini, investor dapat menarik keuntungan atau sebagian dari modal yang diinvestasikan.

Investasi jangka pendek juga banyak dimanfaatkan sebagai tabungan untuk dana darurat. Namun begitu investasi ini juga punya kekurangannya yaitu berupa imbal hasil yang relatif kecil. Investasi jangka pendek yang paling aman dilakukan bisa memilih instrumen investasi di Reksadana, Deposito, Obligasi, maupun P2P lending yang sudah sangat populer.

Mengenai risiko lain yang mungkin dihadapi dalam memilih investasi jangka pendek, seperti pergerakan harga pasar tidak selalu stabil dan juga karena pergerakannya yang cukup singkat, risiko yang mungkin dihadapi investor juga besar. Meskipun semua ini dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama jika memilih instrumen investasi jangka pendek tidak tepat, seperti membeli investasi saham yang seharusnya menjadi instrumen jangka panjang setidaknya untuk lima tahun ke depan.

Kelebihan & Kekurangan Jenis Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang merupakan salah satu jenis instrumen investasi tetapi dengan jangka waktu yang cukup lama, bahkan banyak investor ketika memilih jenis instrumen ini hanya melakukan pembelian tanpa menjualnya kembali, terutama ketika memilih jenis instrumen investasi di bidang properti.

Pada umumnya instrumen ini dilakukan dalam jangka waktu 5 sampai 10 tahun untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal/sesuai target dalam menghasilkan capital gain besar saat dijual kembali. Meski harus menunggu sangat lama, kelebihan investasi ini akan sangat efektif meminimalisir risiko pergerakan harga pasar yang selalu naik turun.

Meski harus menunggu waktu, investasi ini memiliki kelebihan, salah satunya risiko rendah, pengembalian yang lebih optimal sebanding dengan waktu yang digunakan. Kekurangannya adalah soal “waktu” yang digunakan sangat lama.

Memilih instrumen investasi jangka panjang meskipun bisa berisiko tinggi umumnya disebabkan oleh faktor-faktor tertentu, seperti bencana, kesalahan analisis, dan sebagainya. Investasi ini juga membutuhkan dana yang cukup besar untuk dapat memaksimalkan keuntungan. Meskipun tidak semua instruman investasi jangka panjang membutuhkan modal yang besar, beberapa juga dapat dilakukan dengan modal yang relatif kecil seperti reksadana saham, emas, tabungan berjangka, dan lainnya.

Jenis Instrumen Investasi dan Seberapa Berisikonya

  1. Instrumen Properti
  2. Instrumen Emas
  3. Instrumen Saham
  4. Instrumen Deposito
  5. Instrumen Reksadana, dan
  6. Instrumen P2P Lending

1. Properti

Jenis instrumen investasi yang pertama adalah investasi properti, karena ini merupakan instrumen yang paling diminati oleh para pelaku bisnis. Instrumen properti adalah investasi yang dilakukan dengan adanya bentuk fisik, sangat mirip dengan investasi emas. Membeli barang dan menjualnya saat harga pasar naik dan menahannya saat harga pasar turun.

Ada beberapa contoh instrumen investasi properti yang banyak dilakukan, seperti membeli bangunan atau fasilitas tertentu dan menawarkannya dengan harga berbeda dalam sewa atau kontrak. Tentunya setelah direnovasi & ditambah fasilitas agar properti tersebut memiliki nilai lebih.

Dengan begitu pemilik bisa mendapatkan pendapatan finansial setiap bulan dari investasi propertinya, membagi pendapatan setiap bulan dan menghitung berapa lama modal akan kembali bersama dengan keuntungannya. Dalam investasi properti juga harus mempertimbangkan hal-hal lain, seperti perawatan bulanan ditambah jika ada faktor yang menyebabkan properti rusak, bisa jadi karena bencana dan faktor lain yang menyebabkan properti mengalami penurunan harga & kerugian besar.

Instrumen Investasi properti akan sangat cocok untuk jangka panjang. Jika di kemudian hari pemilik properti ingin menjualnya, pemilik harus mempertimbangkan secara menyeluruh keuntungan yang diperoleh saat melepaskan properti tersebut. Keuntungan dan kerugian apakah akan memilih untuk menjualnya atau menahannya untuk keuntungan tetap atau menghasilkan pendapatan dengan difungsikan dalam bentuk sewa kontrak.

Instrumen properti akan terus mengalami kenaikan harga setiap tahunnya, hal itu akibat kebutuhan properti yang semakin meningkat sedangkan jenis properti itu sendiri terbatas, karena pertumbuhan penduduk tidak diimbangi dengan penambahan atau perluasan lahan. (tanah).

Jenis investasi properti khususnya di Indonesia akan sangat baik untuk dilakukan, terutama dalam mendapatkan keuntungan dari unit-unit properti berupa persewaan, seperti rumah kontrakan, apartemen, dan kos-kosan. Properti seperti ini masih sangat diminati oleh masyarakat umum, terutama bagi para pekerja dari luar daerah.

A. Keuntungan Instrumen Investasi Properti
  1. Nilai investasi properti cenderung meningkat, harga unit properti akan terus mengalami perubahan harga setiap tahunnya.
  2. Unit properti bisa dijadikan agunan sebagai jaminan jika suatu waktu dibutuhkan.
  3. Unit properti adalah suatu instrumen jangka panjang namun akan berjalan pada investasi jangka pendek yaitu dengan mendapatkan income passive dengan bentuk sewa/kontrak pada unit properti yang dimilikinya.
  4. Properti menjadi cara paling aman untuk menghindari dari ancaman laju inflasi.
B. Kekurangan Instrumen Investasi Properti
  1. Kerugian membeli unit properti secara kredit akan mengakibatkan kerugian dengan menjumlahkan total seluruh cicilan daripada membeli unit properti secara tunai. Maka akan jelas bahwa perbandingan harga antara keduanya pasti jauh lebih besar jika membeli unit properti dalam bentuk kredit.
  2. Memilih instruman investasi properti memang akan sangat baik, namun jika membelinya secara tunai maka akan membutuhkan dana yang cukup besar.
  3. Kerugian membeli unit properti yang tidak terdukung dengan lokasi yang memadai walaupun dengan harga yang murah akan sulit mendapatkan keuntungan.
  4. Pembelian unit properti dapat mengakibatkan kerugian berupa bangunan yaitu kualitas bangunan yang kurang kokoh yang tentunya membutuhkan dana yang besar untuk merenovasi secara menyeluruh.
  5. Kaitannya dengan pembelian satu unit properti secara kredit, jika suatu saat tidak mampu membayar cicilan sesuai aturan yang telah ditetapkan. Maka properti tersebut akan disita, sedangkan uang yang sudah masuk tidak dapat dicairkan.
  6. Properti memiliki likuiditas yang rendah, yaitu untuk mendapatkan keuntungan dengan cepat. Karena menjual satu unit properti biasanya memakan waktu lama, bisa berminggu-minggu, bulan, bahkan bertahun-tahun unit properti baru bisa terjual.
C. Pembelian Properti

Dalam membeli unit properti, Anda harus mempertimbangkan faktor lokasi sebagai poin utama, meskipun properti di masa depan kemungkinan besar akan otomatis naik harga karena bertambahnya fasilitas di sekitar properti, seperti pembangunan jalan dan pusat perbelanjaan. Namun, langkah pertama dalam membeli properti yang perlu diperhatikan adalah faktor lokasi saat membelinya beserta berbagai penunjang lainnya.
  1. Memastikan adanya dokumen hak milik yang sah sesuai dengan peraturan negara yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 50 Tahun 1960 tentang Dana Pokok Agraria (UUPA).
  2. Pastikan Anda membeli properti dari pihak yang tepat atau melalui agen/developer terpercaya. Memilih developer yang terpercaya bisa dilakukan dengan melihat legalitas, pengecekan profil developer, pengecekan status melalui sistem registrasi developer, pencatatan history developer selama beroperasi.
  3. Tentang keanggotaan pengembang di Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman (Apersi) yang diakui Pemerintah.
  4. Legalitas penting lainnya terkait dengan No.1 adalah bukti Surat Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (SIPPT). Hal ini diperlukan agar konsumen memiliki kepastian membeli properti dengan objek yang jelas yaitu hunian (rumah tinggal atau apartemen), bukan komersial.
  5. Terakhir, dalam membeli properti, aspek legal dari perizinan teknis adalah Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Legalitas ini juga tidak kalah pentingnya, karena pengembang tidak bisa membangun tanpa izin yang sah sesuai peraturan perundang-undangan.

2. Emas

Emas merupakan barang yang memiliki ciri khas tersendiri dan tidak pernah ketinggalan zaman, banyak peminatnya dari generasi muda hingga orang tua. Jadi investasi emas adalah pilihan terbaik untuk jangka panjang seperti halnya investasi properti sebelumnya. Apalagi sekarang emas sudah bisa dibeli secara online dan menariknya dapat dibeli sesuai dengan kemampuan finansial seseorang.

Cara terbaik untuk membelinya bisa dengan cara mencicil melalui aplikasi terpercaya yang banyak tersedia saat ini.

Mengenai emas di Indonesia sendiri yang banyak beredar dipasaran adalah dari PT. Aneka Tambang (Antam), dan PT. Untung Bersama Sejahtera (UBS), keduanya memilki kadar emas yang sama yaitu 99,99% begitu pun dengan harga yang relatif sama. Hanya saja untuk emas Antam memiliki sertifikat Internasional yang diakui oleh London Bullion Market Association sedangkan UBS bersertifikat Nasional dari PT. Untung Bersama Sejahtera.

Untuk melakukan Investasi logam emas bisa kita membelinya berupa emas batangan ataupun emas perhiasan. Tapi akan lebih baik dengan membeli dalam bentuk batangan dikarenakan dengan kita membeli emas batangan harga murni diambil dari berat gram emas dan untuk lebih aman bisa menyewa safe deposit box dibank yang merupakan fasilitas yang disediakan untuk menyimpan barang bernilai tinggi atau berharga.

Jadi dalam instrumen investasi ini tidak disarankan untuk menyimpannya sendiri. Tapi kalau merasa lebih aman bisa dilakukannya, mungkin seperti menimbun di bawah tanah dan sebagainya. Semua itu harus diperhatikan dalam hal penyimpanan, barang berharga akan berisiko lebih besar untuk hilang, karena kehilangan emas, baik pencurian, perampokan, terkadang masih terjadi di masyarakat, baik di kota maupun daerah.

3. Saham

Saham merupakan jenis instrumen investasi dengan potensi yang sangat tinggi yang berbanding lurus dengan risikonya. Instrumen investasi saham memang sangat populer di telinga manusia karena saham memiliki potensi keuntungan yang sangat tinggi.

Investasi saham akan sangat menarik bagi investor, apalagi jika mereka memahami kinerja perusahaan targetnya dengan melakukan beberapa analisis yang cukup sulit dipelajari oleh sebagian orang. Karena investasi saham merupakan kepemilikan sebagian dari suatu perusahaan, biasanya perusahaan akan menawarkan beberapa persen kepemilikan aset untuk dijual kepada publik yang tersedia di Bursa Efek.

Maka dengan itu saham berarti memiliki hak atas sebagian pendapatan perusahaan untuk setiap waktunya juga hak berupa dividen untuk perusahaan yang mengeluarkannya. Semakin banyak lembar saham/lot yang Anda beli semakin banyak pula proporsi kepemilikan Anda dari perusahaan tersebut, para pemilik saham juga berhak hadir dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). 

Terlepas dari itu semua risiko tinggi yang kemungkinan bisa terjadi adalah bangkrutnya perusahaan. Maka sebelum membeli saham pilihlah perusahaan-perusahaan yang keuangannya stabil atau memilih membeli saham-saham blue chip yang lebih menjanjikan.

Membeli saham tidak boleh terbawa arus hanya karena saham murah tanpa mempelajari indikator teknis seperti (grafik, pola, tren, sinyal, dll) dan perlunya analisis fundamental (Mempelajari kinerja perusahaan sebagai salah satu keputusan).

Studying the company's performance as one of the decisions is mandatory for the perpetrators.

4. Deposito

Deposito adalah jenis instrumen investasi yang bisa dibilang paling aman dari semua instrumen yang ada. Walaupun terjadi kerugian itu hal umum. Kerugian dalam deposito biasanya hanya karna return yang relatif kecil dan inflasi. Diambil contoh sederhana jika terjadi kebakaran uang deposito pada bank yang Anda pilih maka dana deposit Anda tersebut tentunya sudah terjamin oleh lembaga penjamin simpanan (LPS). Deposito mirip dengan tabungan biasa hanya saja tingkat return lebih tinggi kisaran 3% sampai 6% pertahunnya.

Dana yang sudah didepositkan tidak bisa diambil dalam jangka waktu yang telah ditetapkan diawal, bisa 12 bulan atau 24 bulan, namun umumnya deposito pada bank mininal memakan masa waktu 12 bulan. Baru setelah masa jatuh tempo berakhir investor bisa mengambil pokok dan imbal hasilnya, atau memilih mengambil sebagian pokok dan keuntungannya, atau malah ingin memperpanjang masa deposito dengan pokok & bunganya untuk memaksimalkan pengembalian lebih tinggi dimasa mendatang.

Selama waktu yang telah ditentukan, ditiap-tiap bank dana deposito tidak boleh diganggu gugat. Kalaupun tiba-tiba terjadi kebutuhan mendadak yang mengharuskan dana deposito dicairkan tentu akan terkena pinalti berupa denda yang berkisar 1% sampai 3%, tentunya setiap bank memiliki variasi ketentuannya masing-masing. Ditambah lagi pencairan sebelum masa jatuh tempo juga akan kehilangan atas bunga deposito ].

Maka untuk itu pikirkan lebih matang jika memilih instrumen ini, sebab dilihat waktu yang digunakan serta pengembalian yang tidak terlalu besar, juga risiko deposit pada bank bisa saja terjadi inflasi. Untuk itu solusi terjadi keuangan mendadak bisa memilih deposit berjangka pendek 1 sampai 6 bulan pada bank-bank digital yang sudah populer saat ini.

5. Reksadana

Instrumen investasi ini akan sangat cocok untuk seseorang yang hanya memiliki sedikit waktu dan tidak ingin ribet seperti berinvestasi pada saham yang harus mempelajari indikator-indikator tertentu untuk pengambilan keputusannya. Instrumen investasi ini juga cocok untuk sebagian orang yang belum terlalu memahami dunia investasi. Solusi tepatnya atau terbaiknya adalah dengan memilih berinvestasi di reksadana.

Didalam reksadana sendiri ada yang namanya MI (Manager Investasi)/pihak yang dipercaya sekaligus bertanggung jawab mengelola keuangan dari masyarakat pemodal/investor untuk dimasukan ke berbagai portofolio efek sesuai pilihan Anda.

Kelebihan reksadana yaitu fleksibilitas, efisien waktu, tidak harus dengan dana yang besar, dan adanya jenis instrumen ini akan membuka peluang besar bagi masayarakat lokal untuk bisa berinvestasi dipasar modal.

Dalam membeli reksadana, dihitung nilai per unit NAB (nilai aktiva bersih). Beberapa unit NAB yang dibeli juga dapat ditarik tanpa jangka waktu jatuh tempo, harus dipahami bahwa penarikan/penjualan saat NAB menurun pada investasi saham disebut cut loss (Menjual saham saat harga lebih rendah dari harga pembelian). Sebisa mungkin menahannya sampai nilai per unitnya naik, setidaknya ada sedikit keuntungan daripada mengalami rugi.

Beberapa Risiko Pada Instrumen Reksadana, Sebagai Berikut
  • Penurunan harga nilai perUnit (NAB) / Price reduction value per Unit
  • Risiko likuiditas (Pencairan reksadana tertunda, hal ini terjadi karena manajer investasi terlambat memberikan dana pencairan)
  • Default risk (Terjadinya gagal bayar dari sesama manajer investasi untuk memenuhi kebutuhannya yang mempengaruhi kinerja reksadana)
  • Risiko ekonomi & politik (Dipengaruhi oleh situasi ekonomi & politik baik di dalam maupun di luar negeri yang secara langsung mempengaruhi kinerja reksadana dan mungkin ada kinerja reksadana yang buruk karena peraturan yang sebelumnya tidak dipertimbangkan oleh manajer investasi)
Instrumen Investasi pada Reksadana sendiri secara umum terbagi beberapa macam, yaitu :
  1. Reksadana pasar uang
  2. Reksadana pendapatan tetap
  3. Reksadan campuran, dan
  4. Reksadana saham
Untuk itu sesuaikan profil Anda dengan tujuan investasinya, untuk mendapatkan keuntungan yang besar bisa memilih reksadana saham dan reksadana campuran, dan untuk lebih amannya Anda bisa memilih reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap walaupun proporsional dengan tingkat pengembalian.

Jadi saat membeli reksadana, sebaiknya membagi distribusi (Diversifikasi) reksadana ke semua jenis reksadana dengan persentase distribusi sesuai profil masing-masing. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya risiko tinggi.

      5. P2P Lending

Terakhir instrumen investasi jenis baru yaitu P2P Lending atau peer to peer lending. P2P Lending adalah layanan keuangan pinjam meminjam yang telah terdaftar dan memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, dalam memilih P2P Lending, Anda harus benar-benar melihat indikator kinerja, seperti melihat nilai TKB 90 hari atau tingkat keberhasilan platform.

Investasi P2P Lending tidak lain adalah sebuah wadah yang mempertertemukan peminjam dan pemberi pinjaman yang dikelola oleh sebuah badan fintech penyedia layanan dalam rangka melakukan perjanjian pinjam-meminjam. Dengan kata lain memberikan pinjaman kepada pihak yang membutuhkan baik individu maupun badan usaha.

Jadi sistem keuntungan jenis investasi ini diperoleh dari besaran bunga/imbal hasil yang telah disepakati di awal baik bagi pemberi pinjaman maupun penerima pinjaman, mirip dengan sistem bunga kredit yang diterapkan pada bank-bank konvensional.

Jika dilihat dari imbal hasil yang diberikan berkisar antara 12% hingga 25% pertahun, tentu imbal hasil tersebut jauh di atas rata-rata jika dibandingkan dengan tingkat imbal hasil yang diberikan oleh bank konvensional yang ada di Indonesia.

Sehingga dengan tingkat pengembalian yang begitu besar menjadi daya tarik bagi masyarakat yang ingin berinvestasi di P2P Lending. Apalagi sistem yang ditawarkan juga sangat mudah, Anda hanya memerlukan beberapa dokumen pribadi untuk menjadi bagian dari banyak pemberi pinjaman.

Kelebihan P2P Lending lainnya juga menawarkan besaran nominal untuk menjadi pendana yang terbilang sangat kecil. Saat ini hanya dengan 100.000 rupiah sudah bisa melakukan pembelian produk pinjaman yang tersedia dan tentunya pendanaan yang tersedia sudah liquid dan terlindungi keamanan asuransi.

Mengenai risiko dan seberapa besar risiko jenis investasi ini bisa dikatakan relatif, kecil, sedang, atau tinggi yang nantinya bisa disesuaikan dalam portofolio masing-masing pemberi pinjaman. Terdapat risiko tinggi yang siap dihadapi oleh pemberi pinjaman, yaitu arus kas keuangan peminjam yang buruk, sehingga dapat terjadi “failure to pay”, meskipun diasuransikan, tetapi pencairan dana harus menunggu 90 hari kerja kalender (Tidak termasuk hari minggu dan hari libur nasional).

Dan perlu dipahami kembali bahwa dana pemulihan menyesuaikan dari produk yang Anda danai, tidak semua produk tercover asuransi 100% (Seratus persen), tetapi ada divisi asuransi yang diatur tergantung pada tingkat risiko masing-masing.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Pertama Kali Ketika Memilih Platform P2P Lending, Sebagai berikut :
  1. Legalitas jelas (Legality Clear)
  2. Terdaftar & Berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK)/(Registered & Licensed from the Financial Services Authority)
  3. Melihat Kinerja/Tingkat Keberhasilan Melalui Nilai TKB (Seeing Performance/Success Rate Through TKB Value)
  4. Lending Risk Assessment, yang mencakup melihat data internal berdasarkan skor kredit, serta memastikan seberapa dapat dipercaya peminjam.
  5. Dan Pentingnya Dengan Melihat Testimoni Dari Pengalaman Peminjam.
  6. Dan Hal-Hal Penting Lainnya Terkait Kinerja Pada Platform P2P Lending yang Dipilih
Terjun ke dunia investasi setidaknya harus memahami jenis-jenis instrumen investasi dan risiko-risikonya masing-masing. Sebab itulah dasar bagi siapa saja yang ingin berkecimpung didalamnya. Nah, sampai disini mungkin sudah terlintas di benak Anda untuk memilih instrumen mana yang disesuaikan dengan kepribadian Anda.

Harus saya ulangi kembali bahwa investasi adalah cara cerdas untuk mengamankan aset, menghindari inflasi dan mendapatkan keuntungan. Dan kembali kepada fakta bahwa setiap instrumen investasi bisa terjadi yang namanya "Untung & Buntung".

Jadi pahami secara menyeluruh setiap jenis instrumen investasi yang akan Anda dipilih. Karena tidak semua jenis investasi cocok untuk semua investor, termasuk Anda. Maka harus disesuaikan dengan tujuan dan kepribadian setiap orang yang berbeda-beda.

"Memang waktu terbaik untuk menanam pohon adalah 20 tahun yang lalu, dan tidak ada waktu terbaik selain menanam pohon mulai sekarang."

Baca Juga :

2 komentar

  1. Mantap ! Sangat membantu.
  2. Terimakasih sudah mampir di Nirwana Tunggal